• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Perkuat Kemitraan dan Persahabatan, Indonesia Gelar Forum Pasifik Selatan Pertama Kali

21 March
16:22 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Indonesia untuk pertama kalinya menyelenggarakan "Forum Indonesia Pasifik Selatan" (ISPF) di Jakarta, yang diikuti oleh 15 negara.

Forum yang merupakan inisiasi Indonesia itu, berlangsung pada Kamis (21/3/2019), di gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri RI.

Ketika menggelar pernyataan pers, Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi mengatakan, setidaknya terdapat dua tujuan penting dari pelaksanaan ISPF tersebut, dengan salah satunya menjadi "platform dialog" bagi pembahasan mengenai kerjasama disektor ekonomi dan perdagangan. 

"2 arti penting pelaksanaan forum ini yaitu, pertama sebagai "paltform dialog" bagi kerjasama konkrit perdagangan, mengurangi hambatan perdagangan dan investasi serta kerama teknis dan peningkatan kapasitas maupun kerjasama pembangunan antara Indonesia dengan negara atau teritori di Pasifik Selatan. Kedua, meningkatan saling pengertian, sebagai sesama negara kepulanan yang memiliki latarbelakang budaya dan tantangan, isu-isu kemaritiman dan pengembangan wilayah pesisir," ujar Retno Marsudi ketika menggelar pernyataan pers, Kamis (21/3/2019). 

Retno menjelaskan sebagai inisiator pelaksanaan ISPF, Indonesia berkomitmen untuk menjadi mitra bagi negara-negara Pasifik Selatan dalam berbagai sektor. 

"Selama ISPF berlangsung juga dirangkaikan dengan pertemuan antara wakil pemerintah dengan fokus pada isu konektifitas dan ekonomi kelautan serta konsultasi bagi prefential trade agreement (PTA) secara bilateral antara Indonesia - Papua Nugini dan Indonesia - Fiji," imbuhnya.

Sementara, peluncuran PTA antara Indonesia - Papua Nugini dan Indonesia - Fiji dilakukan pada rangkaian ISPF.

Menteri Luar Negeri Papua Nugini, Rimbink Pato, menyatakan, ISPF merupakan forum yang dapat dimanfaatkan oleh negara-negara Pasifik Selatan, untuk menggali berbagai peluang kerjasama sebagai upaya dalam berperan di kawasan global. 

"Jadi, diantara negara-negara pasifik ini kita memiliki banyak peluang besar bagi masa depan bersama. Dengan berbagai keberagaman dan karakteristik alam untuk membangun bangsa yang besar serta menjadi pemain secara global," harap Pato.

Menteri Luar Negeri, Perdagangan, Pariwisata, Lingkungan dan Pekerja Buruh Tuvalu, Taukelina Finikaso, mengatakan, selain memberikan apresiasi kepada Indonesia yang telah menginisiasi ISPF, pihaknya juga berharap Indonesia memberikan berbagai asistensi yang berkaitan dalam mengatasi perubahan iklim. 

"Kami berterimakasih kepada pemerintah Indonesia yang berinisiatif untuk menyelenggarakan kegiatan ini dan kami berharap bahwa Indonesia bisa memberikan asistensi kepada kami khususnya apa yang menjadi kebutuhan kami. Misal dalam mengatasi perubahan iklim, khususnya mengenai isu yang kita bagi bersama mengenai samudera kita," ungkap Finikaso.

Finikaso menambahkan, sebagai tuanrumah Pacific Islands Forum (PIF) Agustus 2019 mendatang, akan turut menjadikan pertemuan tersebut sebagai "Forum Bebas Plastik".

"Seperti pelarangan penggunaan plastik dalam forum ini. Kami akan menjadi tuanrumah di Agustus ini dan kami berencana untuk menerapkannya sebagai "Plastic Free Forum"," terang Finikaso.  

Pelaksanaan ISPF 2019 dirangkaikan pula dengan penandatanganan notakesepahaman antara Indonesia Eximbank dan Audie Building Industry bagi pembangunan infrastruktur di Pasifik Selatan dengan nilai 17.9 juta dolar Australia bagi pembangunan 2 resor di Fiji dan satu stadion sepakbola di Kiribati.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00