• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Luar Negeri

Atasi Berita Palsu, PRD, UNESCO Bangkok, dan Yayasan Friedrich Naumann, Gelar Lokakarya

21 March
14:56 2019
3 Votes (5)

KBRN, Bangkok : Departemen Hubungan Masyarakat Pemerintah (PRD), UNESCO Bangkok, dan Yayasan Friedrich Naumann, menggelar lokakarya dua hari  berlangsung di Amari Watergate Hotel pada 21-22 Maret 2019.

Lokakarya dengan tema "Kolaborasi untuk Mengatasi Berita Palsu di ASEAN" itu, dibuka secara resmi oleh    Wakil Direktur Jenderal PRD, Dr. Charoon Chaisorn pada pada Kamis pagi, (21/3/2019) di Amari Gate Hotel Bangkok Thailand.

Charoon mengatakan bahwa, dalam Konferensi ke-14 para Menteri ASEAN yang Bertanggung Jawab atas Informasi (AMRI) di Singapura pada bulan Mei 2018. "Para anggota ASEAN didesak untuk bergandengan tangan dalam mengarahkan mekanisme untuk mengatasi disinformasi dan berita palsu," terangnya.

Peserta lokakarya akan bertukar pandangan dan pengalaman dalam menyikapi penyebaran berita palsu dan disinformasi serta menangani efek negatif. Mereka juga akan menghasilkan rekomendasi untuk menangani masalah ini secara efektif dan meluncurkan kampanye untuk media yang membangun dan literasi media.

Penyelenggaraan lokakarya ini sejalan dengan peran PRD dalam kerjasamanya dengan UNESCO, karena Direktur Jenderal PRD bertindak sebagai Ketua Komite Komunikasi Massa di bawah Komisi Nasional Thailand untuk UNESCO.

Adapun narasumber yang hadir dalam lokakarya tersebut Direktur Executive Asia Center James Gomes, Kavi Chongkittavorn (Media Profesional Spesialist), Dr. Masato Kajimoto (Former Journalist  Researcher from Hongkong University), Dr. John Hery (Colomnist, Philippines Daily Inquirer) dengan moderator Asst. Prof. Pijitra Tsukamoto dari Chulalongkorn University.

Topik utama diskusi pada lokakarya ini mencakup Tantangan Gangguan Informasi di ASEAN, Peran Wartawan dalam Konteks Gangguan Informasi dan Literasi Digital, Berurusan dengan Disinformasi, dan Membangun Budaya Kepercayaan, Peran Berbagai Pemangku Kepentingan. (BP)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00