• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi

Mendag Pastikan Puasa-Lebaran Sembako Aman

20 March
22:37 2019
0 Votes (0)

KBRN, Bandung : Jelang bulan puasa dan lebaran dua bulan ke depan, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita memastikan kebutuhan sembilan bahan pokok (sembako) aman.

Enggartiasto mengatakan, stok bahan pokok harus mulai disiapkan untuk didistribusikan ke daerah-daerah, dari bulan Maret hingga Juni 2019.

"Stok sembako tidak ada yang perlu dikhawatirkan, tetapi perlu diantisipasi untuk saat ini adalah kondisi cuaca yang tidak menentu,” ujar Enggartiasto di Bandung pada konfrensi pers Rabu (20/3/2019).

Enggartiasto optimis karena perputaran belanja ritel dan uang yang beredar di masing-masing daerah cukup tinggi dan terkendali, optimisme disebabkan tiga tahun berturut-turut, pemerintah mampu mengendalikan inflasi di setiap hari besar keagamaan, khususnya bulan Ramadan.

Pencapaian itu merupakan kerja keras dari seluruh stakeholder mulai dari kementerian, kepala daerah, dinas perdagangan kabupaten, kota dan provinsi dan satuan tugas pangan yang sama-sama turun ke lapangan untuk memantau dan menjaga barang maupun harga.

“Harga akan terkendali. Yang pasti petani tidak akan rugi jika harga jatuh karena akan dibeli Bulog. Kami usahakan balance semuanya. Kalaupun ada pengendalian harga, petani tidak boleh rugi. Saya juga memastikan tidak ada mafia-mafia pangan,” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Enggartiasto membagikan informasi mengenai aplikasi Sistem Informasi Harga Bahan Pokok, aplikasi sudah bisa diunduh di Play Store dan App Store itu akan memudahkan masyarakat untuk melihat harga sembako per pasar dan per kios.

“Contohnya, di satu pasar ada sepuluh kios yang menjual cabai rawit. Masing-masing kios harus memasukkan harga tersebut ke aplikasi. Jadi, ibu-ibu yang mau berbelanja bisa langsung membandingkan harga antar pasar dan pedagang. Dengan aplikasi ini, harga-harga pasti terkendali,” ujarnya.

Selain itu, sesuai yang diperintahkan oleh Presiden Joko Widodo, kegiatan perdagangan tersebut harus membentuk ekosistem baru yang menghubungkan pasar offline dan online.

Ke depannya, jual beli barang bisa lewat online. Yang sudah punya pelanggan, nanti bisa langsung dikirim.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00