• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Politik

Mukernas III PPP Kukuhkan Suharso Monoarfa Sebagai Plt Ketua Umum PPP

20 March
22:20 2019
1 Votes (5)

KBRN, Bogor : Suasana Musyawarah Nasional (Munas) ke-3 Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di Cisarua, Kabupaten Bogor, berlangsung kondusif, di tengah kondisi partai yang memprihatinkan pasca OTT KPK terhadap mantan Ketum PPP Romahur Muzy.

Dari rapat dan konsolidasi tingkat DPP semua unsur pimpinan di partai tersebut menarik diri  tidak mengambil haknya menjadi ketua umum. 

Dasar inilah, dijelaskan Suharso Monoarfa, untuk mengambil putusan dari Majelis Tinggi Syariah PPP yang di ketuai KH Maimoen Zubair.

Fatwa tersebut menghasilkan putusan penunjukan Suharso Monoarfa sebagai Plt Ketum PPP.

"Semua sejalan dengan pasal 20 dan 13 AD/ART partai, ada yg menarik diri dan semua menolak lalu bagaimana karena itulah mbah Moen mengeluarkan fatwa yang kali ini mohon harap disetuju," jelas Plt Ketum PPP Suharso Monoarfa, Rabu (20/3/2019) malam.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal PPP Arsul Sani menambahkan, Mukernas ke-3 tersebut bukanlah forum tertinggi karena masih ada Muktamar. Dari Muktamar inilah dimungkinkan dilakukan penetapan atau pemilihan Ketua Umum PPP definitif.

"Perjalanan kita ini masih panjang, ini keadaan darurat. Dalam 30 hari, Plt Ketum harus menghadapi pileg dan pilpres dan mau tidak mau partai harus mengikuti Majelis Tinggi Syariah," jelas Sekjen PPP Arsul Sani. 

Mukernas ke-3 Partai Berlambang Ka'bah tersebut juga dihadiri oleh Menteri Agama Lukman Hakim Syaifudin, dengan peserta terdiri dari 33 ketua DPW (Provinsi) serta 48 orang pengurus harian DPP ditambah ketua organisasi otonom di bawah binaan DPP.

Plt Ketum PPP Suharso Monoarfa mengungkapkan, pihaknya sudah menjalin komunikasi dengan kubu Dzan Faridz untuk bersama melepaskan diri dari kultur emosi untuk membangun partai agar lolos dalan parliementary threshold 4 persen, atau meraih suara secara nasional 60 juta lebih.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00