• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Teknologi

Infrastruktur Teknologi Jadi Kendala Layanan 'Laku Pandai'

19 March
10:43 2019
0 Votes (0)

KBRN, Batam : Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kepri dan perbankan tengah mendorong masyarakat untuk turut berperan dalam pengembangan Layanan Keuangan Tanpa Kantor dalam Rangka Keuangan Inklusif (Laku Pandai). Program ini menyasar kepada masyarakat yang berada di pulau terdepan, terluar dan terpencil (3T) agar terlayani oleh perbankan secara massif dan efisien.

Kepala OJK Kepri, Iwan M Ridwan mengatakan, kondisi geografis Kepri yang dominan 98% laut sangat cocok untuk program Laku Pandai. Hanya saja kendalanya berupa infrastruktur teknologi dan informatika yang harus terus diupgrade dan diupayakan agar masyarakat nyaman mengakses layanan perbankan, karena dalam prosesnya agen laku pandai menggunakan gadget dan mesin EDC untuk bertransaksi.

"Agen laku pandai ini harus memiliki jaringan, Anambas, Lingga, Natuna sudah ada agen laku pandai, kalau Batam daerahnya seperti di Tanjung Uma, Barelang, Nongsa. Laku pandai ini contohnya di BNI namanya Agen 46, kalau di BRI Brilink, kalau di Bank TPN namanya Wow, seperti itu," jelas Iwan M Ridwan di Batam Center, (18/3/2019).

Iwan melanjutkan, konsep sederhana agen laku pandai, pemilihan dan pelatihan nasabah yang dilakukan oleh bank pelaksana, agen juga dibekali pemahaman untuk menabung dan bertransaksi. Kedepan akan tercipta kebiasaan baru bagi masyarakat dalam mengakses produk perbankan termasuk laku mikro yang mencakup saving, loan, investasi, hingga asuransi, termasuk akses dan edukasi masyarakat untuk perbankan syariah.

Untuk diketahui Otoritas Jasa Keuangan mencatat perkembangan program Layanan Keuangan Tanpa Kantor dalam Rangka Keuangan Inklusif atau Laku Pandai hingga September 2018 lalu sebanyak Rp. 1,49 Triliun jumlah outstanding tabungan dari 804.308 agen yang tersebar di 508 kota di Indonesia. Sementara itu terdapat 27 bank umum konvensional dan 2 bank umum syariah sebagai bank penyelenggara.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00