• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Pemilu 2019

Kerukunan Keluarga NTT di Maluku Ingatkan Anggotanya Tidak Golput

16 March
13:09 2019
0 Votes (0)

KBRN, Ambon : Ketua Kerukunan Keluarga Besar Nusa Tenggara Timur (NTT) Bernadus Masansoni mengajak Keluarga Besar Tobamora yang berdomisili di Maluku menggunakan hak pilihnya pada Pemilhan Presiden dan Wakil Presiden serta Pemilihan Legislatif (Pileg) 17 April mendatang. 

Meskipun bukan orang asli Maluku sebagai warga negara yang baik tetap harus memilih wakil Maluku yang akan duduk di DPR RI, DPD maupun DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota. 

"Jumlah kita sudah sedikit. Jadi kalau golput kita akan rugi. Keluarga besar NTT tetap gunakan hak pilih. Masalah nanti siapa figurnya kita dorong anak daerah NTT yang maju bertarung," ujarnya disela-sela acara Ramah Tamah Keluarga Besar NTT di Ambon, Jumat (15/3/2019). 

Dijelaskan, jumlah Anggota Keluarga Besar NTT yang bermukim di 11 kabupaten/kota di Maluku sebanyak 40 ribu. Jumlah yang tidak sedikit ini harus bisa diamanahkan kepada anak-anak adat NTT yang maju pada bursa Pileg. 

"Ada beberapa orang NTT yang maju di bursa pileg. Kita satukan dukungan untuk mereka, mulai di tingkat kabupaten/kota, provinsi hingga pusat," terangnya

Dalam pertemuan tersebut, juga dilakukan simulasi pencoblosan, dimana ada lima kertas suara yang harus dicoblos dalam bilik suara. Pada simulasi itu tiap-tiap orang menghabiskan wkatu 3-4 menit dalam bilik suara. 

"Simulasi ini harus dilakukan. Karena masih banyak yang belum paham tata cara pencoblosan. Apalagi pemilu kali ini berbarengan dengan pilpres," tukasnya. 

Kehadiran Vidia Mayasari, tokoh perempuan keturunan NTT juga mengingatkan Keluarga Besar NTT dapat memilih figur terbaik yang bisa menyalurkan aspirasi masyarakat di parlemen. 

"Sebagai warga negara kita harus gunakan hak pilih. Pilihan kita 17 April nanti menentukan arah pembangunan Kota Ambon terkhusus Maluku," tutupnya. 


tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00