• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Gus Nabil Kecam Penyerangan Masjid Al-Noor Selandia Baru

16 March
12:37 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta: Ketua Umum Pimpinan Pusat Pagar Nusa, Muchamad Nabil Haroen mengecam dan mengutuk insiden penembakan brutal terhadap jamaah salat Jumat di dua masjid kota Christchurch, Selandia Baru, Jumat (14/03/2019).

Menurut Gus Nabil, sapaan akrabnya, tidak ada satu agama dan ajaran apapun di dunia ini yang mengajarkan umatnya menyakiti, menindas, apalagi membabibuta menembaki seseorang yang sedang menjalankan ritus agamanya.

“Tindakan-tindakan yang menggunakan kekerasan, terorisme, menebarkan ketakutan bukanlah ajaran agama. Ini adalah tindakan biadab yang tidak dapat dibenarkan dengan alasan apapun,” ujarnya di Jakarta, Sabtu (16/3/2019).

Caleg DPR RI Dapil V Jawa Tengah ini juga menyampaikan duka yang mendalam bagi keluarga korban. Ia berharap pelaku diganjar hukuman yang setimpal dengan apa yang telah ia lakukan kepada orang-orang yang tidak bersalah.

“Dari lubuk hati yang paling dalam, saya sampaikan bela sungkawa kepada keluarga korban. Semoga masalah ini segera ditangani oleh penegak hukum Selandia Baru dengan sebaik-baiknya. Semoga seluruh korban selalu dalam rahmat Allah SWT. dan saudara-saudara kita di sana diberikan kekuatan, keselamatan dan keberanian menghadapi segala bentuk teror oleh orang-orang biadab,” terangnya.

Gus Nabil juga mengimbau masyarakat menghentikan menyebarkan video penembakan tersebut yang berantai tersebar melalui berbagai kanal.

“Stop video penembakan itu di hanphone kita masing-masing. Kita hormati keluarga korban dan tidak ikut menyebarkan teror visual melalui pesan-pesan Whats App dan media sosial lainnya,” pesannya.

Seperti diketahui, sebanyak 40 orang tewas dan 20 lainnya terluka akibat penembakan di dua masjid di pusat Kota Christchurch pada Jumat siang(15/3/2019).

Sebanyak 30 orang tewas dalam penembakan di Masjid Al Noor, Dean's Road, dan 10 korban lainnya meninggal dunia akibat penembakan di Masjid Linwood.

Hingga kini, empat orang telah ditahan kepolisian Selandia Baru terkait penembakan tersebut. Salah satu dari keempat tersangka merupakan warga Australia.

Dalam kasus penembakan ini, dua WNI korban teror penembakan di masjid di Kota Christchurch, Selandia Baru, berasal dari Sumatera Barat, yakni Zulfirmansyah dan anaknya berisial M.

Kakak kandung korban, Hendra, mengatakan Zulfirmansyah saat ini mengalami koma karena terkena peluru di beberapa bagian tubuhnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00