• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Pengamat: Kemungkinan Pelaku Penembakan New Zealand adalah Pengikut Jehovah

16 March
09:34 2019
5 Votes (1.8)

KBRN, Jakarta : Pengamat Teroris, Al Chaidar menyebut pelaku penembakan dua mesjid di New Zealand, Brenton Tarrant kemungkinan adalah penganut aliran Kristen yang terlihat bukan Trinitas.

"Kelihatannya juga ada kemungkinan besar di pengikut Jehovah yang berarti salah satu aliran atau sekte Kristen yang memang sebenarnya tidak bisa diterima di Indonesia dan sudah lama kehadirannya di Indonesia itu bermasalah, karena terus menerus menekanan tentang supremasi kulit putih dan kemudian juga tentang bahwa mereka tidak berada dalam situasi yang aman di dunia ini," ungkapnya kepada Pro3 RRI, Sabtu (16/3/2019).

Al Chaidar menyebut, kelompok Jehovah adalah kelompok yang sangat besar dan diperkirakan ada 8 juta orang di seluruh dunia juga merupakan sebuah gerakan Milenarian.

Milenarianisme (kadang-kadang dieja milenarisme) adalah suatu keyakinan oleh suatu kelompok atau gerakan keagamaan, sosial, atau politik tentang suatu transformasi besar dalam masyarakat dan setelah itu segala sesuatu akan berubah ke arah yang positif (atau kadang-kadang negatif atau tidak jelas).

Milenialisme adalah suatu bentuk Milenarianisme spesifik berdasarkan suatu siklus seribu tahunan, dan ini khususnya sangat penting di lingkungan Kekristenan. sumber : wikipedia.

"Jadi seperti yang pernah saya kemukakan dulu, tahun 2015 bahwa salah satu unsur penting dari terorisme itu adalah adanya kepercayaan Milenarian dari agama apapun ataupun sekularisme apapun dari gerakan2 terorisme," jelasnya.

Menurutnya, terorisme dari umat Islam itu pastilah aliran atau sekte yang mengajarkan tentang Milenarian yang berlebih-lebihan dan salah kaprah, bukan hanya itu semua agama dapat di interprestasikan oleh pemeluk-pemeluknya dalam berbagai sikap dan preskripsi-preskripsi Milenarian yang berbeda.

Selain itu, banyak komentar netizen dari aksi keji pelaku penembakan tersebut yang tergambar seperti sebuah game, dikatakan Al Chaidar memang pengaruh game terhadap terorisme itu sangat besar sekali, hal tersebut juga menyebarkan radikalisasi kepada anak-anak dengan memakai sebuah game.

"Yang sebenarnya yang paling penting dari gerakan melawan terorisme itu adalah melawan sektenya dan ulama-ulamanya," tutupnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00