• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Pemilu 2019

Pengamat: Publik Butuh Gagasan Rinci Prabowo - Sandi

16 March
09:03 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta: Pengamat Politik, Adi Prayitno menilai Calon Presiden (Capres) dan Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 02, Prabowo Subianto - Sandiaga Uno belum terlalu spesifik dalam merinci gagasannya kepada publik. 

Untuk itu, Adi meminta agar keduanya lebih jelas memaparkan gagasannya, terlebih saat ajang debat antar Capres atau Cawapres 2019. “Menurut saya, Prabowo-Sandi sering menyederhanakan persoalan,” ungkap Adi dalam diskusi di Jakarta, Jumat (15/03/2019).

Salah satu contohnya kata Adi, hingga kini dia belum mendengar Sandiaga menjelaskan ke publik mengenai desain pendidikan yang terkait visi dan misinya jika menang Pilpres 2019 nanti. “Kalau Jokowi sudah jelas dia punya KIP dan program-program lainnya,” tutur Adi.

Kemudian, Adi mengingatkan agar Sandiaga dalam membicarakan soal ketenegakerjaan khususnya penggangguran harus menggunakan data. Menurutnya harus ada persentase yang jelas agar Sandiaga tidak dianggap asal mengkritik. “Kritik harus diukur dengan fakta dan temuan,” ucap Adi.

Dia mengatakan momen debat dapat itu dapat mempengaruhi elektabilitas pasangan calon. Untuk itu, Adi meminta baik Maaruf maupun Sandiaga tidak canggung saat berdebat nanti.

“Saya khawatir Sandi hanya akan sami’na waato’na dengan Kiai Ma’ruf. Dalam berbagai kesempatan dia bilang begitu. Saya tidak tahu apakah ini strategi politik atau bukan. Tapi, dalam tradisi pesantren, sami’na waato’na itu artinya tidak ada bantahan,” ujarnya.

“Kita ingin tanggal 17 April nanti ada debat lah. Jangan sampai ada reuni ulama dan santri, jadi hal substansinya tidak ada,” tambahnya.

Pengamat kebijakan publik, Trubus Rahardiansyah melihat ada perbedaan diantara kedua kandidat peserta Pilpres. Jokowi-Maaruf ada program yang sudah dapat dirasakan sehingga bisa dikritik. Sementara Prabowo-Sandi programnya masih bersifat formulasi.

Meski begitu, Trubus mengapresiasi rencana program minum susu di bidang kesehatan yang bakal diterapkan jika Paslon 02 menang. Ia berharap program itu bukan hanya wacana semata. “Kalau dari 01 kan sudah banyak program kesehatan, ada KIS, kartu keluarga harapan. Ada yang berhasil, tapi ada juga yang mesti dibenahi,” ungkap Trubus.

Trubus juga menyinggung soal janji paslon 02 di bidang ketenagakerjaan yang ingin menghapus outsourcing. Dia mengingatkan hal itu tidaklah mudah, pasalnya Indonesia hingga kini masih bergantung pada investor.

“Program 02 juga ada keinginan mencabut PP 78 soal pengupahan. Sebenarnya bisa dicabut, tapi apa rujukannya bagaimana menentukan upah,” ucap Trubus.

Pengamat kebijakan publik ini kemudian menyesalkan lantaran kedua paslon jarang mengangkat isu pendidikan dalam kampanyenya. “Ini memprihatinkan, padahal ini sangat strategis. Anggaran pendidikan naik, tapi kualitas pendidikan belum naik,” ujar Trubus.

Akan tetapi, Trubus menilai visi dan misi kedua paslon sama-sama baik. Dia hanya meminta publik untuk m visi dan misi paslon mana yang paling memungkinkan untuk diirealisasikan.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00