• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Indonesia Berkomitmen Mendukung Proses Perdamaian di Afghanistan

15 March
21:42 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Indonesia sejak dulu dikenal sebagai negara yang aktif berkontribusi dalam misi perdamaian dunia.

Sejak beberapa tahun terakhir Indonesia juga turut berperan dalam proses perdamaian di Afghanistan. Tahun 2018 Indonesia sukses melaksanakan “Trilateral Ulama” di Bogor, yang berhasil mempertemukan ulama Afghanistan dan Pakistan.

Jumat (15/3/2019), Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi, menggelar pertemuan dengan menteri luar negeri Afghanistan, Salahuddin Rabbani.

Ketika memberikan pernyataan pers, Retno Marsudi, mengatakan,  di tahun 2019 ini Indonesia terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung proses perdamaian di Afghanistan, yang merupakan kelanjutan dari berbagai upaya ditahun 2018.

“Indonesia tadi menyampaikan dukungan penuh sebagai follow up komitmen, yang disampaikan presiden Joko Widodo kepada presiden Abdul Ghani tahun 2018 lalu. Dalam pertemuan tadi kami juga membahas mengenai kemajuan, dalam proses perdamaian di Afghanistan,”ungkap Retno Marsudi ketika menggelar pernyataan pers, Jumat (15/3/2019), di gedung Pancasila, kementerian luar negeri, Jakarta.

Retno menjelaskan, setidaknya terdapat 3 fokus yang menjadi kontribusi Indonesia ditahun 2019, diantaranya mengenai membangun kepercayaan, membangun perdamaian dan negara serta menyuarakan tercapainya perdamaian di Afghanistan dalam forum-forum internasional seperti PBB.

“Selain itu juga training bagi diplomat Afghanistan dan juga kita siap untuk berbagi pengalaman dan best practices mengenai masalah penyelenggaraan pemilu. Selain itu, Indonesia saat ini juga tengah menyelesaiakan pembangunan “Indonesian Islamic Center” di Kabul,”papar Retno.

Menteri luar negeri Afghanistan, Salahuddin Rabbani, menyatakan, pihaknya memberikan apresiasi tinggi terhadap komitmen Indonesia dalam mendukung proses perdamaian, yang juga turut diwujudkan dengan pemberian bantuan pembangunan kapasitas.

“Pada level teknis dimulai dengan pelaksanaan 8 program yang menguntungkan Afghanistan, pemuda dan perempuan. Kami sangat berterimakasih kepada pemerintah Indonesia yang telah memberikan 100 beasiswa bagi pelajar Afghanistan. Kami juga mengapresiasi dukungan Indonesia yang terus-menerus dalam membantu kapasitas Afghanistan pelayanan publik termasuk bagi perempuan,”ujar Salahuddin Rabbani.

Salahuddin menambahkan, Afghanistan sangat mengharapkan Indonesia dapat memulai investasi, yang diyakini dapat berdampak pada tercapainya perekonomian mandiri rakyat setempat.

“Dalam beberapa bulan dan tahun kedepan kami mengharapkan Indonesia memberikan bantuan bagi pembangunan kapasitas dibidang pertambangan. Kami juga menyambut hangat investasi Indonesia sebagai sektor kunci untuk membantu Afghanistan menghasilkan pendapatan yang berkelanjutan. Dimana kami harus mencapai perekonomian yang mandiri,”harapnya.

Sementara, Indonesia yang saat ini merupakan anggota tidak tetap di dewan keamanan perserikatan bangsa-bangsa (DK PBB), bersama Jerman ditunjuk menjadi co-penholder bagi isu terkait Afghanistan.

Indonesia dan Jerman saat ini tengah mempersiapkan satu kerangka, untuk perpanjangan mandat bagi perpanjangan misi UN Asistance Mission in Afghanistan (UNAMA).

Sedangkan, dalam kunjungannya ke Jakarta menlu Salahuddin Rabbani juga melakukan pertemuan dengan wakil presiden RI, Jusuf Kalla.

Dalam pertemuan itu Salahuddin Rabbani juga turut menyampaikan undangan bagi pemerintah Indonesia, untuk menghadiri “Kabul Peace Process” yang memasuki tahun ketiga di 2019.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00