• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

LUAR NEGERI

Update Serangan Penembakan Masjid di Selandia Baru, 8 WNI Terdampak

15 March
19:07 2019
4 Votes (3.8)

KBRN, Jakarta : Jumlah warga negara Indonesia (WNI) yang terdampak serangan penembakan di masjid An-Nur dan Linwood, kota Christchurch, Selandia Baru, Jumat siang (15/3/2019) waktu setempat, kini menjadi 8 orang.

Dalam siaran pers kedutaan besar RI (KBRI) Wellington, hingga pukul 23.30 waktu setempat, mendata bahwa dari enam WNI yang diketahui berada di Masjid Al-Noor pada saat kejadian penembakan hari ini, lima orang telah melaporkan ke KBRI Wellington dalam keadaan sehat dan selamat. Sementara, satu orang atas nama Muhammad Abdul Hamid, masih belum diketahui keberadaannya.

Sedangkan, dari Masjid Linwood, KBRI Wellington menerima bahwa terdapat dua WNI (seorang ayah dan anaknya) yang tertembak. Kondisi sang ayah atas nama Zulfirmansyah, masih kritis dan dirawat di ICU RS Christchurch Public Hospital. Sementara, sang anak dalam keadaan yang lebih stabil.

KBRI Wellington mengeluarkan surat himbauan kepada seluruh masyarakat WNI di Selandia Baru tetap dalam keadaan tenang dan waspada, serta mematuhi himbauan dari pihak keamanan Selandia Baru. WNI di Christchurch serta sejumlah kota lain yang informasinya terdaftar di KBRI Wellington, juga telah dihubungi untuk diketahui keadaannya.

KBRI Wellington terus memonitor keadaan di lokasi kejadian, termasuk kondisi di airport Christchurch, dalam rangka pengiriman bantuan dan tim konsuler ke Christchurch. KBRI Wellington tetap membuka nomor hotline dengan nomor +64211950980, +6421366754, dan +64223812065.

Sementara, Pihak Kepolisian Selandia Baru telah mengeluarkan informasi terdapat 49 korban meninggal dunia. 41 orang meninggal di Masjid Al-Noor, 7 orang meninggal di masjid Linwood, dan seorang meninggal di RS Christchurch Public Hospital. Pihak Kepolisian Selandia Baru telah menetapkan seorang tersangka penembakan hari ini dan akan segera dituntut ke pengadilan setempat.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00