• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kumham

PAPD Luruskan Kesimpangsiuran Penangkapan Seorang Nelayan di Dadap

15 March
19:01 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta: Perhimpunan Advokat Pro Demokrasi (PAPD) memberikan klarifikasi serta menyikapi kesimpangsiuran pemberitaan yang telah beredar luas di kalangan masyarakat terkait dengan penangkapan Ketua Forum Masyarakat Nelayan Kampung Baru Dadap Kabupaten Tangerang Waisul Kurnia oleh Polda Metro Jaya pada tanggal 6 Maret 2019.

"Penangkapan yang dilakukan oleh pihak kepolisian terhadap Ketua Forum Masyarakat Nelayan Kampung Baru Dadap tersebut di lakukan secara baik serta mengikuti segala prosedur penangkapan seorang Tersangka sesuai dengan aturan hukum yang berlaku," ujarDirektur Eksekutif Perhimpunan Advokat Pro Demokrasi (PAPD), Marthen Y. Siwabessy di Jakarta, Jumat (15/3/2019).

Marthen menambahkan dalam proses penangkapan tersebut, pihak kepolisian juga membawa dan memperlihatkan surat tugas serta menyerahkan surat perintah penangkapan dengan nomor: SP.Kap/86/III/RES.2.5./2019/Dit Reskrimsus tertanggal 06 Maret 2019 yang di tanda tangani oleh Ajun Komisaris Besar Polisi Moh. Irhamni.

"Kami selaku kuasa hukum perlu memberikan apresiasi terhadap profesionalisme kerja pihak kepolisian tersebut," terangnya.

Lebih jauh, Marthen mengungkapkan, dalam proses pemeriksaan yang berlangsung sekitar 6 jam di Ditserse Krimsus Polda Metro Jaya itu, Waisul Kurnia dua anggota PAPD berdasarkan Surat Kuasa Khusus yang di tanda tangani oleh Pemberi Kuasa Sdr. Waisul Kurnia tertanggal 07 Maret 2019.

"Bahwa pada saat dilangsungkannya pemeriksaan tersebut tim kuasa hukum yang mendampingi pemeriksaan juga mengajukan permohonan agar Sdr. Waisul Kurnia tidak di tahan," terangnya.

Marthen menambahkan seusai menjalaninpemeriksaan Waisul Kurnia selaku Ketua Forum Masyarakat Nelayan Kampung Baru Dadap diijinkan untuk pulang setelah menjalani  proses pemeriksaan di kepolisian adalah karena pihak kepolisian telah mengabulkan permohonan tim kuasa hukum melalui
Surat permohonan untuk tidak dilakukan penahanan.

"Meskipun Waisul Kurnia diijinkan untuk pulang pada hari Kamis tanggal 07 Maret 2019 pukul 23.30 wib, namun status hukum yang bersangkutan masih sebagai tersangka dan dikenakan wajib lapor pada hari-hari tertentu," imbuhnya.

Marthen mengakui bahwa pihaknya memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya  kepada semua pihak bail dalam negeri maupun luar negeri atas segala atensi dan empati yang di berikan kepada Waisul kurnia baik sebagai diri pribadi maupun dalam kapasitas sebagai Ketua Forum Masyarakat Nelayan Kampung Baru Dadap dalam menghadapi permasalahan ini.

seperti diberitakan sebelumnya, Ketua Forum Masyarakat Nelayan Kampung Baru Dadap, Waisul Kurnia dijemput  Petugas kepolisian Subdit IV Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya menjemput Waisul di rumahnya, wilayah Dadap, Kosambi, Kabupaten Tangerang, sekitar pukul 19.30 WIB.

Waisul diduga membuat pernyataan mengenai proyek jembatan penghubung pulau reklamasi di media sosial Facebook. Saat itu Waisul menyebut pengerjaan jembatan penghubung tanpa konsultasi publik dan tanpa amdal.

Waisul pun diperiksa Polda Metro Jaya terkait kasus dugaan pencemaran nama baik lewat media elektronik terhadap PT Kapuk Naga Indah (KNI).

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00