• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Sigap Polri

Polres Tanjung Pinang Gagalkan Rencana Pembunuhan Seorang Jaksa

15 March
17:51 2019
0 Votes (0)

KBRN, Tanjung Pinang : Jajaran Satreskrim Polres Tanjung Pinang, Kepulauan Riau berhasil menggagalkan upaya pembunuhan berencana terhadap seorang Jaksa di Kejari Bintan.

Tersangka berinisial RS (25) dibekuk dengan barang bukti 1 pucuk senjata api dengan 4 butir amunisinya.

Pengungkapan kasus ini dijelaskan Wakapolres Tanjungpinang Kompol Sujoko, yang didampingi Kasat Reskrim AKP Efendri Alie, dalam jumpa pers di lobi Mapolres Tanjung Pinang, Jumat (15/3/2019).

Menurut Sujoko, pengungkapan kasus ini berawal dari laporan masyarakat yang menyebutkan adanya seseorang pria yang memiliki senjata api ilegal, yang kemudin ditindak lanjuti oleh Unit Jatanras Polres Tanjungpinang.

Dari hasil penyelidikan, diketahui ada seorang pria mencurigakan yang tengah mengendarai mobil di Jl. Ahmad Yani KM 5. "Tersangka kita sergap di simpang Traffic Light lapangan Pamedan Jl. A. Yani. Setelah di geledah, di mobilnya kita temukan satu unit senpi dengan 4 butir amunisinya," ungkap Sujoko.

Setelah dinterogasi, RS mengaku senjata itu akan digunakan untuk membunuh seorang Jaksa Penuntut Umum (JPU) di Kejaksaan Negeri Bintan. "Tersangka mengaku disuruh I, seorang narapidana yang tengah mendekam di Lapas IIA Tanjung Pinang. RS baru diberi uang Rp 5 juta untuk biaya operasional," kata Sujoko.

Sementara mengenai asal senjata api, Kasat Reskrim Polres Tanjung Pinang AKP Efendri Alie menambahkan, tersangka RS mendapatkannya dari orang suruhan I. "RS ini sudah mendapat info lengkap tentang jaksa yang menjadi targetnya, termasuk melacak alamat, kendaraan yang dipakai dan sebagainya. TApi Alhamdulilah, kita berhasil mengamankannya sebelum dia melaksanakan aksinya," kata Efendri.

Saat ini, RS dan barang bukti tersebut dibawa ke Polres Tanjungpinang untuk proses penyidikan. Atas perbuatannya tersebut, RS dijerat dengan pasal berlapis yaitu Pasal 53 Jo Pasal 340 KUHP tentang Percobaan Pembunuhan Berencana dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara, dan atau Pasal 1 ayat (1) Undang-Undang Darurat No.12 Tahun 1951 tentang menyimpan senjata dan amunisi tanpa hak, dengan ancaman pidana hukuman mati atau penjara seumur hidup atau penjara sementara setinggi-tingginya 20 tahun.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00