• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Hukum

KPK Jangan Berhenti sampai Romahurmuziy

15 March
14:43 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta: Penangkapan Ketum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy oleh Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), menyebar dengan pandangan politik menjelang Pemilu.

Bagi mantan politisi senior PPP, Ahmad Yani, terkait politik atau tidaknya itu tergantung KPK untuk merubah pandangan publik tersebut.

"KPK yang harus membuktikan apakah yang dilakukan dengan OTT ini bagian dari operasi politik dalam tahun politik. Sehingga engga bisa dikait-kaitkan orang ada hubungannya dengan politik, itu tergantung dengan KPK," jelasnya dalam Dialog Pro 3 RRI, Jumat (15/3/2019).

Mantan Anggota Komisi III DPR RI itu juga menyarankan supaya KPK tidak berhenti pada fase OTT saja malahan harus membongkarnya. 

"Harusnya tidak berhenti, tidak berhenti dengan operasi tangkap tangan tapi harus dilanjutkan. Kan operasi tangkap tangan ini ada dua, dua hal, yang pertama menyangkut dengan kasus operasi tangkap tangan itu sendiri, yang kedua ada yang melatarbelakangi kasus itu sendiri. Kadang kala KPK sukses dan berhasil menangkap kasus OTT itu tapi gagal dalam proses pengembangan kasus-kasus yang berikutnya," tuturnya.

Ia menegaskan jika KPK berhenti hanya sampai OTT maka asumsi publik terkait politik dan semacamnya dapat dibenarkan. Meski ia tahu, asumsi belum tentu benar.

"Kalau dia hanya berhenti di OTT itu maka asumsi orang, atau asumsi publik bahwa ini kaitannya dengan politik maka itu dapat dibenarkan walaupun belum tentu benar. Maka dari itu menurut saya KPK jangan berhenti," tegasnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00