• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Aliansi Gojek Kecewa Dengan Kebijakan Pemkot Bandung

15 March
14:17 2019
0 Votes (0)

KBRN, Bandung: Adanya kebijakan Dinas Perhubungan Kota Bandung  memberlakukan uji coba Carpolling " Grab to Work" untuk para ASN menggunakan transprotasi GRAB setiap hari, sebagai upaya membatasi penggunaan kendaraan pribadi dan mengurangi kemacetan di kota Bandung, mendapat sorotan dan kekecewaan dari transfortasi online GOJEK se kota Bandung.

Selain muncul komentar dari publik, aliansi Gojek Kota Bandung juga menanggapi hal tersebut dan ingin menindak lanjuti isu yang beredar saat ini, untuk itu Puluhan orang yang tergabung dalam Aliansi Gojek Kota Bandung menggeruduk langsung Balai Kota Bandung untuk menentang uji coba program tersebut.

Komandan lapangan aksi, Ardiansyah ditemuai dilapangan Mengatakan,  transportasi online di kota Bandung tidak hanya Grab saja, sehingga pemerintah tidak bisa sewenang-wenang memilih perusahaan grab untuk menjadi mitra dari pemerintah Kota Bandung tanpa mengajak Gojek melakukan rapat terlebih dahulu.

"Bahwa di Kota Bandung ini terdapat transportasi online, ada Grab, ada Gojek dan lain sebagainya. Yang menjadi kebingungan dari kami adalah ketidakadilan yang terjadi atas keluarnya kebijakan tersebut tanpa adanya rapat terlebih dahulu dengan pihak-pihak lain", ujarnya di Balaikota Bandung, Jumat (15/3/2019).

Dirinya juga menuntut agar Walikota Kota Bandung, Oded M Danial dapat meninjau ulang dan mencabut kebijakan tersebut, karena pihaknya rasa hal itu tidak mencerminkan keadilan tanpa adanya persetujuan dari berbagai pihak.

"Untuk pemerintah Kota Bandung, Kang oded bisa mempertimbangkan kembali atas kebijakan yang telah dikeluarkan, kedua mencabut kebijakan tersebut karena menurut kami itu tidak menimbulkan rasa keadilan bagi kami", tuturnya.

Dapat diketahui sebelumnya, para Aparatur Sipil Negara (ASN) di Dinas Perhubungan Pemkot Bandung diwajibkan untuk bergabung dalam sosialisasi program tersebut.

Mereka akan dikenai denda sebesar Rp. 50.000 bagi staf dan Rp. 100.000 bagi ASN dengan jabatan struktural jika pergi ke kantor menggunakan transportasi pribadi, transportasi umum dan transportasi online lain selain Grab. 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00