• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kesehatan

Inilah Jejak Layanan Jantung RSUP dr. Sarjito

15 March
13:33 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta: Peresmian Pelayanan Pusat Jantung Terpadu (PJT) di RSUP Dr. Sardjito, di Ruang Utama Gedung Diklat Lantai IV RSUP dr. Sardjito, Yogyakarta (15/3/2019) oleh Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pengguntingan buntal di pintu lobi barat Gedung Pelayanan Jantung Terpadu (PJT). 

RSUP ini sebenarnya sudah memiliki konsep sejak tahun 1994, untuk pengembangan layanan jantung telah diawali dengan pembentukan Satuan Medis Fungsional (SMF) Jantung dan Instalasi Rawat Jantung (IRJAN) RSUP Dr. Sardjito. Tahun depannya, prosedur kateterisasi jantung kanan dengan C-arm sederhana dan operasi bedah jantung pertama kali dilakukan di RSUP Dr. Sardjito. 

Tahun 1999 RS ini kembali meresmikan laboratorium kateterisasi (cathlab) untuk prosedur koroangiografi. Tahun 2001, tindakan intervensi koroner per kutan (IKP) mulai dilaksanakan. 

Tahun 2003 RSUP Dr. Sardjito ditetapkan oleh Menteri Kesehatan RI menjadi Pusat Pelayanan Rujukan Jantung Tersier dan kemudian Direktur Utama RSUP Dr Sardjito menerbitkan surat keputusan pembentukan Tim Jantung untuk memberikan pelayanan jantung paripurna yang beranggotakan dokter ahli yang terkait dengan layanan jantung, seperti dokter spesialis Jantung, Bedah jantung (BTKV), Anestesi, dan Anak (sub Kardiologi). Tahun 2004, RSUP Dr. Sardjito meresmikan Pusat Jantung Terpadu (PJT) di gedung IRNA 1. 

Tahun 2012, cakupan layanan jantung di RSUP Dr Sardjito semakin meluas, yaitu dengan melakukan tindakan studi elektrofisiologi (EP) dan ablasi untuk kelainan irama jantung (aritmia) dengan generator radiofrekuensi ablasi. Pengembangan penelitian di bidang kardiologi turut diinisiasi dengan membuat registri penyakit defek septum atrium. Tahun 2014, RSUP Dr Sardjito melalui KSM Jantung bekerja sama dengan organisasi profesi Perhimpunan Intervensi Kardiovaskular Indonesia (PIKI) mulai menyelenggarakan pendidikan sub spesialis/fellowship (hospital-based) intervensionist.

Tahun 2018, KSM Jantung membuka fellowship ekokardiografi di bawah kerja sama organisasi profesi Indonesian Society of Echocardiography (ISE). 

Seiring dengan semakin meningkatkan volume dan jenis pelayanan, RSUP Dr Sardjito menyusun perencanaan pembangunan gedung PJT dengan memanfaatkan lahan gedung Menza dan paviliun Wijaya Kusuma seluas 5.473 m2 sejak tahun 2013. 

Pembangunan gedung 8 lantai seluas 20.736m pesegi ini diperhitungkan dapat selesai dalam 5 tahun anggaran yaitu dari tahun 2014 hingga 2018. Pemanfaatan gedung tidak hanya untuk menunjang layanan jantung-pembuluh darah, namun juga  digunakan untuk ruang rawat inap VIP, PICU, dan kamar operasi fast track. 

Soft opening layanan jantung-pembuluh darah di gedung PJT telah diselenggarakan pada tanggal 17 Agustus 2018 bertepatan dengan perayaan HUT Kemerdekaan RI yang ke-73. (Rel)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00