• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kesehatan

Siloam Hospital Buton Layani Gagal Ginjal dengan 4 Mesin Hemodialisis

15 March
09:38 2019
0 Votes (0)

KBRN, Baubau : Masyarakat penderita gagal ginjal di Kepulauan Buton Sulawesi Tenggara (Sultra)  tidak perlu jauh-jauh lagi  untuk  melakukan cuci darah. Pasalnya Siloam Hospital Buton Sulawesi Tenggara (Sultra) sejak tiga tahun lalu telah melayani pasien gagal ginjal dengan mengoperasikan empat mesin cuci darah atau Hemodialisis (HD).

Keempat mesin penghapus limbah darah ini dalam sehari mampu melayani 12 pasien dan layanan ini dapat dimanfaatkan penderita gagal ginjal setiap hari Senin-Sabtu dalam tiga shift mulai jam 07.00 pagi hingga 21.00 malam.

Siloam Hospital Buton adalah satunya-satunya rumah sakit di Kepulan Buton yang memliki unit hemodialisis. Namun khusus layanan transplantasi ginjal belum dapat dilakukan karena keterbatasan fasilitas dan tenaga ahli serta sulitnya pendonor ginjal yang tepat.

“Sekarang 8 pasien full untuk dua shift mulai senin-sabtu, untuk jangka panjang  kami berencana akan menambah mesin untuk memenuhi kuota pasien gagal ginjal di kepulauan Buton, namun jika shift ketiga telah  terisi,” kata Dokter Unit Hemodialisis Siloam Hospital Buton. dr.Deni  Emilius saat Media Gathering Kamis (14/3/2019) malam.

Siloam Buton juga memiliki  tiga Perawat bersertifikat Hemodialisis untuk menangani penyakit ginjal dan satu perawat masih sementara mengikuti pelatihan.

Selain layanan cuci darah, evaluasi fungsi ginjal  bagi pasien di Rumah Sakit bertaraf Internasional ini adalah Tes darah untuk mengecek kerja ginjal dengan memeriksa kreatinin dan ureum, Tes urine untuk mengetahui sebab dari gagal ginjal kronil, Tes Pencitraan  untuk melihat struktur dan ukuran ginjal, serta Biopsi ginjal untuk menentukan penyebab kerusakan ginjal.

Umumnya pasien penderita penyakit gagal ginjal yang datang ke Siloam Buton sejak tahun 2017 selalu mengalami peningkatan hingga 53 persen tiap tahunnya dan berasal dari seluruh wilayah Kepulauan Buton.

“Awalnya tahun 2017 hanya 8 pasien, kemudian naik 16 pasien dan sekarang sudah 30 pasien, kemudian untuk pasien yang rutin melakukan cuci darah juga meningkat hingga 40 sampai 50 persen setiap tahunnya,” tutur dr.Deni. 

“Semua pasien cuci darah di Siloam Buton sejak 3 tahun lalu  berhasil dan biasanya pasien yang menyerah, dan dengan rutin melakukan cuci darah maka intensitas cuci darah pasien akan dikuranngi dari 4 kali seminggu bisa sekali sebulan,” tambahnya.

Jika pasien rutin melakukan cuci darah, Kata dr. Deni maka angka harapan hidup bagi penderita dapat dipastikan 70 persen dan memperbaiki fungsi ginjal serta   kualitas hidup pasien.

Menurutnya angka kejadian gagal ginjal di Kota Baubau makin hari makin meningkat, sehingga penting menjaga kesehatan ginjal dengan mengubah pola hidup, rutin berolahraga dan rajin mengecek tekanan darah dan gula darah ke dokter.

Sebab, faktor resiko terkena ginjal adalah penderita diabetes, tekanan darah tinggi penyakit jantung, perokok, kegemukan, kolestrol tinggi, serta riwayat keluarga turunan penyakit ginjal dan paling rentan pada usia 65 tahun atau lebih.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00