• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kesehatan

ICW Soroti Fraud JKN-KIS di Rumah Sakit

15 March
08:34 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Indonesia Corruption Watch (ICW) menyoroti  fraud atau kecurangan di fasilitas kesehatan (faskes) dalam penyelenggaraan Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Koordinator ICW Adnan Topan Husodo mengatakan, fraud yang berpotensi banyak terjadi di fasilitas kesehatan (rumah sakit) telah memberikan kontribusi terhadap pressure beban pembiayaan kesehatan yang setiap tahun mengalami mismatch atau defisit.

"Kita tidak bisa mengatakan mismatch yang ada sekarang ini apakah memang kontribusi terbesarnya karena fraud  atau karena yang lain. Itu belum bisa kita simpulkan. Akan tetapi, fraud yang terjadi memberikan kontribusi terhadap pressure beban pembiayaan kesehatan yang ada," ungkap Adnan di Kantor Pusat BPJS Kesehatan, Jakarta, Kamis (14/3/2019).

Dikatakannya, berdasarkan monitoring selama dua tahun terakhir terhadap kemungkinan terjadinya fraud dalam pelaksanaan program JKN-KIS, ICW melihat  potensi fraud terjadi di internal faskes.

"Kalau tadi dari monitoring kita selama dua tahun pasien sudah tidak diminta lagi (biaya), sekarang potensi fraudnya ada di pemberi fasilitas kesehatan nya, di internal mereka. Misalnya diagnosanya dirubah supaya klaimnya lebih tinggi kepada BPJS Kesehatan. Nah kalo ini terjadi secara massal, berarti kan inefisiennya menjadi sangat tinggi," terang Adnan.

Adnan menambahkan, fraud terhadap pasien JKN-KIS kini sudah sangat jauh berkurang. 

"Selama dua tahun kita melakukan monitoring di beberapa daerah, kita melihat perbaikannya sudah sangat signifikan, dimana pasien ketika kita tanya apakah diminta sesuatu atau uang lebih yang sifatnya ilegal, itu mereka mengatakan sudah tidak diminta lagi."

"Ini berbeda dengan waktu-waktu sebelumnya dimana pasien kadang-kadang untuk  mendapatkan jatah kamar atau bahkan sekedar untuk masuk dalam daftar diperiksa hari itu juga harus memberikan sesuatu," tutup Adnan.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00