• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Tata Kelola Pemerintahan Indonesia, Dipuji Perwakilan Negara Sahabat

15 March
02:42 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Sebagai negara besar, Indonesia memiliki sistem tata kelola pemerintahan yang dijalankan oleh rakyatnya secara massive pula. 

Perubahan sistem tata kelola pemerintahan dari Jakarta Sentris menjadi otonomi daerah, memberikan wewenang penuh kepada pemerintah daerah untuk mengelola wilayahnya.

Hal itupun mendapatkan apresiasi dari perwakilan negara sahabat yang hadir dalam simposium internasional dan workship regional mengenai  kebijakan reformasi di Nusa Dua, Bali, pada 14 dan 15 Maret 2019. 

Salah satunya adalah profesor manajemen publik dari universitas Victoria dari Wellington, Selandia Baru, Evan M. Berman. 

Kepada RRI, Evan Berman mengatakan, tata kelola pemerintahan yang sepenuhnya diberikan kepada pemerintah daerah itu, memberikan ruang dan kesempatan bagi pemerintah daerah satu sama untuk berbagi pengalaman dan transfer ilmu terhadap apa saja yang telah berhasil dilakukan bagi pembangunan wilayah. 

"Dimana peran pemerintah daerah itu banyak melakukan hal yang menarik dan mereka saling tukar pikiran serta pengalaman satu sama lain mengenai keberhasilan yang telah dicapai di daerahnya. Jadi, telah banyak hal yang ditransfer tentang pemerintahan daerah di Indonesia,"ujar Evan M. Berman ketika ditemui di Nusa Dua, Bali, Kamis (14/3/2019).

Menurut Evan, sistem otonomi daerah yang berlaku di Indonesia, merupakan tata kelola yang baik guna mewujudkan sistem pemerintahan yang baik pula tanpa mengenyampingkan peranan dari pemerintah pusat. 

"Dimana benar sekali apa yang dikatakan oleh Wakil Presiden tadi, bahwa jika ingin memiliki Indonesia yang kuat maka Anda harus memiliki pemerintahan daerah dan regional yang kuat pula. Yang tentunya memerlukan peranan pemerintah pusat yang kuat pula,"imbuhnya. 

Evan bahkan menyebut, apa yang diterapkan oleh Indonesia itu, pantas untuk ditiru oleh negara lain khususnya di kawasan Asia Tenggara.

"Saya berpendapat bahwa cara kerja yang diterapkan di Indonesia adalah model yang sebenarnya, yang dapat ditiru oleh Asia Tenggara dan Asia Timur,"jelas Evan. 

Simposium internasional dan workshop regional mengenai reformasi kebijakan yang diselenggarakan oleh kementerian pendayagunaan aparatur negara dan reformasi birokrasi di Nusa Dua, Bali, diikuti oleh ratusan peserta yang juga terdiri dari 65 pembicara dari 16 negara. 

Mereka adalah para praktisi birokrasi, akademisi serta aparatur negara dari Asia Tenggara, Asia Timur serta Selandia Baru. 

Simposium itupun dibuka langsung oleh wakil presiden RI, Jusuf Kalla, yang menekankan bahwa pemerintah daerah harus menggunakan wewenang yang telah diberikan kepadanya semaksimal mungkin, guna menciptakan tata kelola pemerintahan yang lebih baik.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00