• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Politik

Debat Capres-cawapres Harus Jadi Referensi Untuk Rakyat

15 March
01:32 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta: pengamat Politik CSIS Arya Fernandes mengatakan, debat capres yang lalu ditonton sekitar 1,5 juta rakyat.

Twitter mencatat 1,5 juta cuitan mewarnai debat kedua capres 2019 antara Joko Widodo dan Prabowo Subianto.

Twitter mencatat puncak percakapan terjadi pada pukul 22.00 sampai 23.00 WIB. Dalam kurun waktu 60 menit, setidaknya ada 290 ribu cuitan per menitnya. Selama debat berlangsung, berbagai tagar wara-wiri, berseliweran di lini masa Twitter. Sejumlah tagar diantaranya #DebatPintarJokowi, #PrabowoMenangDebat hingga #DebatCapres.

“Seharusnya debat itu menjadi referensi utama bagi rakyat untuk mementukan pilihannya. Sehingga debat harus kaya akan gagasan dan banyak hal-hal yang baru agar kedua capres-cawapres mendapat dukungan secara maksimal,” ujarnya  dalam diskusi ‘Menakar Efektifitas Debat Capres dalam Meraih Suara’ di Kompleks Parlemen, Senayan Jakarta, Kamis (14/3/2019).

Sementara itu, Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah menilai debat calon presiden dan calon wakil presiden bebara waktu lalu tidak memiliki nilai lebih dari ekspektasi publik, karena Komisi Pemilihan Umum (KPU) mereduksi hak-hak rakyat yang ingin tahu kualitas calon pimpinan yang akan mereka pilih.

Menurut Fahri, debat capres itu akan memiliki nilai lebih bila kedua pasangan calon presiden itu bebas “bertempur” mengeluarkan gagasan, dan pemikiaran-pemikiran cemerlang untuk membangun bangsa dan Negara. “Tetapi itu tidak terjadi dalam debat capres yang lalu,” papar dia.

“Saya menginginkan debat itu seperti cerdas-cermat di sekolah. Di mana kedua kandidat bebas bertanya dan menjawab, sehingga akan berlangsung secara alamiah, natural dan intens. Kalau KPU tetap ikut campur dalam menyusun pertanyaan, maka debat itu tak lebih dari acara seremonial saja,” terangnya.

Ditegaskannya lagi, dengan begitu KPU tak perlu repot-repot menentukan panelis untuk menyusun pertanyaan. “Apalagi tak ada jaminan pertanyaan itu tidak akan bocor kepada kedua capres. Jadi, KPU jangan mereduksi hak-hak rakyat yang ingin tahu calon pemimpinnya,” pungkasnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00