• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Soal Sengketa Lahan, Petani di Tapteng Minta BPN Ukur Lahan PT Gideon Mula Gabe

14 March
20:29 2019
0 Votes (0)

KBRN, Sibolga : Puluhan masyarakat petani dari Desa Janji Maria kecamatan Sukabangun, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara mendatangi kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) di kecamatan Pandan, Kamis (14/03/2019).

Kedatangan petani untuk meminta pihak BPN segera menuntaskan persoalan sengketa lahan milik petani yang diduga telah diserobot oleh PT Gideon Mula Gabe (GMB).

Selain itu, para petani juga mendesak BPN agar turun ke lapangan, untuk mengukur luas lahan yang kini digunakan oleh PT Gideon Mula Gabe dalam menjalankan aktivitasnya.

Kordinator Pergerakan Perjuangan Tanah Rakyat (PPTR) Tapanuli Tengah, Torkis Parlaungan Siregar mengatakan, berdasarkan SK Bupati Tapteng tahun 2012 dan tahun 2016, PT Gideon Mula Gabe hanya mendapatkan izin pemakaian lokasi sekitar 310 hektar.

Namun realitanya kata Torkis, PT Gideon Mula Gabe sampai kini tercatat telah menguasai lahan sedikitnya 550 hektar. Sedangkan 240 hektar lagi merupakan lahan petani setempat.

“Kami hanya meminta supaya PT Gideon Mula Gabe mengembalikan lahan petani yang sudah dirampas perusahan itu. Kami bukan sedang memfitnah tapi ini fakta yang harus segera diselesaikan, makanya kami minta BPN turun dan buktikan,” kata Torkis.

Menurut Torkis, indikasi penyerobotan lahan ini telah terjadi sejak lama. Bahkan, perjuangan untuk merebut kembali tanah petani pun berulang kali disampaikan petani, baik melalui aksi unjuk rasa di kantor Bupati hingga ke kantor BPN Sumatera Utara di Medan, namun hingga kini belum membuahkan hasil.

“Para pihak terkait seolah tutup mata, membiarkan rakyat kecil ditindas oleh kekuasaan korporasi PT Gideon Mula Gabe. Jadi kemana lagi petani ini mau mengadu,” ungkapnya.

Kemudian, Torkis membeberkan, sejak beroperasi PT Gideon Mula Gabe disinyalir tidak memiliki Hak Guna Usaha (HGU) atas lahan yang dikelola. Sehingga patut diduga PT Gideon Mula Gabe dinilai tidak patuh terhadap aturan lantaran adanya pihak yang turut melindungi.

Sementara, salah seorang staf di kantor BPN mengatakan, seluruh permintaan para pertani akan disampaikan kepada pimpinannya yang saat ini sedang berada di Kota Medan.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00