• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Sudut Istana

Ketika Presiden Jokowi Diminta Belikan Televisi Saat Sosialisasi PKH

14 March
20:27 2019
0 Votes (0)

KBRN, Bangka Belitung : Sudah menjadi kebiasaan Presiden Joko Widodo dalam setiap agenda kegiatannya, selalu mengajak warga yang hadir untuk berdialog singkat.

Bahkan usai dialog, Presiden kerap memberikan foto dengan bingkai yang bertuliskan Istana Kepresidenan kepada warga yang telah berani maju untuk berbincang dengannya. 

Beragam cerita hingga ekspresi lucu warga yang dapat bertemu dengan orang nomer satu di Indonesia itu, kerap menjadi tontonan yang mengundang tawa sehingga membuat cair suasana. 

Kejadian lucu saat berbincang dengan warga  kembali dialami oleh Presiden Jokowi saat menghadiri sosialisasi serta penyerahan bantuan 1.200 Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), di Auditorium STMIK Atma Luhur, Kecamatan Gabek, Pangkal Pinang, Provinsi Bangka Belitung, Kamis (14/3/2019).

Titi Suharti, salah seorang penerima bantuan PKH dari Kepulauan Bangka Belitung ini mengaku seperti bermimpi dapat bertemu langsung dengan Presiden Jokowi. Titi yang berada di sisi kiri Jokowi ini bahkan hingga memuji Mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut lebih ganteng dibandingkan jika dilihat di layar televisi. 

"Kayak mimpi ketemu sama bapak presiden, soalnya sering lihat di tv, ini ketemu kelihatan aslinya. Deg-degan rasanya," kata Titi disambut tawa warga yang hadir. 

Jokowi pun tersenyum mendapat sanjungan dari Titi itu. 

"Ah ibu ini loh. Begitu bulan Januari (dana PKH) ditransfer langsung muji ganteng. Kalau di tv enggak ganteng?" tanya Jokowi.

"Kalau aslinya ganteng, kalau di tv enggak. Hampir 55 tahun baru bisa ketemu. Kayaknya (seperti) dapat bintang di langit. Berdegup jantung. Apa pertanyaannya?" ungkap Titi yang kembali mengundang tawa warga. 

Jokowipun kembali menimpali sanjungan Titi.

"Ya tadikan saya tanya, apa perbedaan di tv sama aslinya, udah pertanyannya itu saja?", tanya Jokowi. 

Titipun hanya tertawa, namun pada kesempatan itu juga menjadi ajang Titi untuk menyampaikan ucapan terima kasihnya mendapat bantuan dari pemerintah.

Titi juga menerima bantuan BPJS Kesehatan. Menurut Titi, dengan kartu itu dirinya bisa membawa anaknya berobat ke Rumah Sakit Darmais, Jakarta.

Meski anaknya kini telah meninggal dunia, namun Titi tetap mengucapkan terima kasih atas bantuan sosial yang diberikan Jokowi lantaran dirinya juga tidak harus membayar Rp64 juta untuk biaya berobat sang anaknya itu. 

"Sedih, tapi banyak-banyak mengucapkan terima kasih untuk kartu sehat dan PKH. Banyak-banyak makasih, semoga bapak sehat panjang umur, dilindungi Allah SWT," kata Titi. 

Titi juga memamerkan kepada Presiden bahwa dirinya pernah masuk stasiun televisi swasta dalam sebuah acara musik.

"Jadi ibu dan Oky Lukman diajak goyang dikasih duit?" timpal Jokowi. 

"Iya, bisa goyang," kata Titi.

Mantan gubernur DKI Jakarta itu langsung meminta Titi bergoyang di atas panggung.

Awalnya Titi mengaku malu lantaran di belakang panggung ada Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman. 

Jokowi tetap merayu Titi untuk menunjukkan aksinya. Namun, kali ini Titi menanyakan apakah dirinya akan diberikan uang.

"Dapat uang enggak?" kata Titi.

"Aduh suruh goyang minta bayaran. Masyaallah," ujar Jokowi.

Percakapan mereka berdua kembali membuat hadirin yang berada di dalam ruangan tertawa, termasuk Ibu Negara Iriana, yang duduk persis di belakang Jokowi dan Titi.

Titi mengatakan membutuhkan uang untuk membeli televisi, karena akan memasuki bulan Ramadan untuk menonton acara televisi selama sahur.

"Kan mau bulan puasa, mau liat sahur enggak punya tv, kalau dikasih hadiah goyang mau," tutur wanita yang mengaku sudah menjadi janda selama 12 tahun.

"Woalah berat berat berat. Sudahlah ibu enggak usah goyang. Pinter banget ibu ini, pinter banget. Nanti ditransfer lagi (PKH) April. Yang penting saya titip pemakaian uang PKH ini hati-hati, yang penting bisa mengendalikan," kata Jokowi.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview

Berita Terbaru

   

Ratusan Usaha Penyehatan Tradisional di Blitar Masih Belum Berizin

00:00:00 / 00:00:00