• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kesehatan

Tak Sanggup Bayar Persalinan, Bayi TKI Aceh Terancam Ditahan di RS

14 March
19:51 2019
0 Votes (0)

KBRN, Lhokseumawe : Tidak mampu melunasi biaya persalinan  melalui operasi caecar.  Bayi mungil  dari pasangan Hendra Usman (35)  dan  Ai Kartika (28) Tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Uteuen Geulinggang, Krueng Geukueh Kecamatan Dewantara, Aceh Utara, yang tinggal di Malaysia, terancam anak ketiganya itu akan di jadikan sebagai jaminan, jika  tidak bisa melunasi utang tunggakan biaya persalinan tersebut.

Pihak rumah  sakit di Malyasia, telah memberi batas waktu dalam beberapa hari kedepan untuk pelunasan sekitar 5.800 RM atau setara  Rp 20 juta, namun pasangan tersebut tidak mampu membayar biaya persalinan itu .

Kondisi miris tersebut disampaikan oleh  anggota DPD RI asal Aceh, H. Sudirman atau akrab disapa Haji Uma berdasarkan penuturan Ai Kartika kepadanya,  selain itu Haji Uma berjanji akan membantu sesuai kemampuan dan keterbatasan yang ada pada dirinya.

“Saya akan mencarikan solusi atas permasalahan yang dihadapi pasangan suami tersebut, dan  menjalin koordinasi dengan Teungku Muhammad Bireuen,  yang merupakan salah satu tim dari Kesatuan Aneuk Nanggroe Aceh (KANA) di Malaysia, guna untuk mengetahui lebih detail dan memastikan kondisi  yang dialami Ai Kartika, ternyata benar," terang Haji Uma, Kamis (14/3/2019).

Menurut Haji Uma,  yang sangat menyedihkan,  ayah dari bayi tersebut Hendra yang sejak tahun 2015 menetap dan bekerja di daerah Selangor, Malaysia sebagai tenaga welding, ditangkap empat hari lalu oleh otoritas imigrasi Malaysia karena visa tinggalnya telah melewati masa berlaku.

"Saat ini telah menindalanjuti dengan upaya memastikan kondisi sebenarnya dari Ai Kartika dengan bantuan tim KANA di Malaysia. saya juga sangat mengharapakan dukungan dan bantuan dari berbagai pihak baik di Aceh maupun diluar Aceh untuk turut bersama membantu. Sehingga warga Aceh ini dapat diselamatkan dan dipulangkan ke Aceh,” harapnya.

Dikatakan, untuk menyelamatkan dan memulangkan warga Aceh ini butuh biaya relatif besar, selain biaya rumah sakit, juga mesti melunasi hutang sebagian biaya persalinan yang dipinjam dari seorang warga Malaysia serta biaya pengurusan dan pemulangan.

“Mungkin membuuhkan biaya sekitar Rp 40 juta. Karena itu saya sangat terenyuh dengan kondisi yang dialami saudari kita di Negeri Jiran, oleh karena itu sangat mengharapkan simpati dan solidaritas dari berbagai pihak agar bersama membantu sehingga saudara kita ini dapat diselamatkan dan dipulangkan ke Aceh," harap Haji Uma.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00