• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Sudut Istana

Sosialisasi PKH, Presiden Jokowi Teringat Saat Sebutir Telur Dibagi Kecil- Kecil

14 March
19:38 2019
0 Votes (0)

KBRN, Bangka Belitung : Presiden Joko Widodo menghadiri sosialisasi serta penyerahan bantuan 1.200 Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), di Auditorium STMIK Atma Luhur, Kecamatan Gabek, Pangkal Pinang, Provinsi Bangka Belitung, Kamis (14/3/2019).

Kepala Negara menyampaikan tentang penggunaan dana PKH yang hanya diperbolehkan untuk membeli sejumlah kebutuhan seperti seragam, sepatu, buku sampai telur.

"Perlu saya ingatkan lagi bawa yang namanya Program Keluarga Harapan PKH  ini diberikan untuk hal-hal yang berkaitan dengan pendidikan dan juga kesehatan gizi," kata Jokowi. 

Jokowi pada kesempatan itu juga bercerita tentang masa kecilnya yang tinggal di pinggir kali. Menurutnya, setelah rumahnya  digusur pada 1970an, dirinya beserta keluarga juga harus mengontrak rumah dan pindah hingga empat kali. Pada saat itu, keluarga Jokowi bahkan hingga membagi satu telor menjadi beberapa bagian. 

"Dulu saya ingat jika beli telur satu gini, kecil-kecil, saya kebagian kecil segini saya ingat betul. Nah ibu-ibu kan sudah mendapatkan PKH makanya beri anak telur satu, ikan satu, gitu. Jangan kaya masa kecil saya, telur satu saja dirajang jadi 8, 4 bahkan 6," cerita Jokowi. 

Oleh sebab itu, Jokowi menekankan agar kesehatan gizi menjadi hal yang di prioritaskan dalam penggunaan dana PKH tersebut. 

"Jadi kita tidak ingin anak-anak kita ini kurang gizi, anak-anak kita ini stunting? Tahu ya stanting itu kerdil, tidak boleh.
Harus kita beri gizi sebanyak-banyaknya agar sehat agar pintar agar cerdas agar bisa sekolah," ungkap Jokowi. 

Pemerintah akan menyalurkan PKH kepada masyarakat miskin yang masuk ke dalam kriteria tertentu. Pemerintah telah menyalurkan PKH tahap pertama pada Januari 2019 dan akan menyalurkan PKH tahap kedua pada awal April 2019.

Pemerintah menyiapkan anggaran Rp34 triliun untuk bantuan ini pada 2019 atau meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan dengan Rp19 triliun pada 2018.

Dalam lima tahun terakhir, alokasi anggaran perlindungan sosial terus bertambah, dari Rp294,7 triliun pada 2015 menjadi Rp260,3 triliun (2016), Rp274,7 triliun (2017), Rp291,7 triliun (2018), dan Rp387,3 triliun (2019).

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00