• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Lingkungan Hidup

DPRD Kalteng Rekomendasi Pemberian Sangsi Perusahaan Pencemar Lingkungan

14 March
18:35 2019
0 Votes (0)

KBRN, Palangka Raya : Masalah ijin, kewajiban dan pencemaran yang dilakukan sejumlah perusahaan yang beroperasi di Danau Sembuluh Seruyan terus menjadi polemik dan sorotan anggota Dewan terutama  Komisi B DPRD Kalteng.

Bahkan Komisi B telah mengeluarkan rekomendasi untuk mendorong pihak eksekutif di Kalteng dan Sukamara mengeluarkan sanksi terhadap perusahaan yang terbukti belum memiliki Hak Guna Usaha atau (HGU), tidak ada ijin pelepasan kawasan hutan (IPKH) , tidak melaksanakan plasma 20 persen dan aturan lainnya.

Terkait hal ini Sekda Pemerintah Kabupaten Sukamara , Waryono, Kamis (13/03/2019)  ketika dikonfirmasi awak pers mengatakan, sesegera mungkin, Pemkab Sukamara beserta Bupati akan menggelar pertemuan dan kajian untuk membahas evaluasi terhadap sejumlah perusahaan yang tidak tertib ini. Terutama perusahaan yang kini sudah menanam di badan sungai dan danau. Hal ini sudah menjadi kewajiban Pemkab Sukamara untuk melakukan peringatan dan pengawasan. Kemungkinan besar, Pemerintah Kabupaten akan segera menerbitkan peringatan pertama, kedua dan ketiga. Tidak menutup kemungkinan jika tidak diindahkan perusahaan, Pemkab akan mencabut ijin perusahaan yang berinvestasi dalam bidang sawit dan plasma ini.

“Pemkab juga menyambut baik rekomendasi yang dikeluarkan Komisi B yang mendesak penghentian sementara operasional perusahaan sementara belum dikeluarkannya ijin “, jelasnya.

Seperti diketahui, Komisi B DPRD Kalteng gerah dengan adanya dugaan perusahaan yang tidak mengantongi ijin dan tidak mentaati aturan dan regulasi baru terkait usaha sawit di Danau Sembuluh Seruyan. Bahkan anggota dewan mengeluarkan beberapa rekoemndasi yakni mendorong adanya sanksi yang tegas bagi perusahaan yang lalai ini. Sejumlah anggota Komisi B bahkan menantang bahwa lebih baik investasi yang terbukti merugikan dihapus dan ditutup saja karena akan merugikan daerah. (NATA)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00