• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Budaya dan Wisata

Museum Trinil Menyimpan Awal Peradaban Manusia

14 March
17:36 2019
0 Votes (0)

KBRN, Ngawi : Museum Trinil merupakan satu diantara museum bersejarah di Indonesia yang berada di kabupaten Ngawi. Bahkan, keberadaan museum Trinil juga telah diakui oleh dunia internasional, khususnya pengunjung Netherland.

Museum Trinil selain sebagai tempat untuk menyimpan fosil purbakala juga sebagai sarana untuk mengenalkan sejarah bagi generasi muda.

Sutradara Film asal Jakarta Jhon Dranto saat berkunjung di Museum Trinil mengeluhkan jalur menuju museum dari jalan raya dinilai jauh. Selain itu, barang-barang koleksi juga banyak yang duplikat, sedangkan barang atau fosil asli berada diluar negeri. Tampilan juga belum banyak memanfaatkan teknologi.

“Ya, satu tempatnya terlalu jauh, terlalu sederhana, tidak terlalu banyak barangnya, dan barangbarang aslinya tidak ada disini tapi diluar negeri. Jadi nyampai di sini saya kira banyak barang asli tapi ternyata banyak barang duplikatnya untuk manusianya, kalau fosil binatangnya cukup lah. Cuma referensi buku diperbanyak, sehingga orang akan lebih tertarik ke sini. Karana ini tidak ada didunia selain disini, karena dari sepuluh manusia purba salah satunya ada disini, dan tujuh manusia purba ada di Indonesia. Bahwa peradaban munculnya dari sini,” kata John(14/3/2019)

Pengunjung lain asal Jakarta yang juga penggiat Seni, Endin Sas mengatakan, barang-barang koleksi di Museum Trinil dinilai kurang banyak dibandingkan Museum Sangiran.

“Kalau saya pernah berkunjung ke Sangiran, saya rasa lebih lengkap di Sangiran daripada disini. Contohnya artefak-artefak disana lebih banyak daripada di sini,” kata Endin Sas.(14/3/2019)

Sementara itu, petugas Museum Trinil Kabupaten Ngawi Dedi Hayu mengakui jumlah pengunjung di museum Trinil fluktuatif. Dedi mencontohkan, saat masa libur sekolah pengunjung naik mencapai 200 orang tiap minggu. Namun saat masa ujian sekolah pengunjung sedikit.

“Fluaktuatif mas, artinya naik-turun. Karena yang banyak kan pelajar. Karna kan disini yang minat khusus kan pelajar. Kadang bulan-bulan tertentu pengunjung naik, namun saat masa ujian sekolah pengunjung turun. Jadi memang ini trendnya naik, karena kita juga tidak menutup mata dan menghilangkan stigma di masyarakat kalau di museum identic dengan bangunan yang menyimpan barang angker. Disini kita menawarkan museum modern, yang juga rujukan internasional,” kata Dedi.

Dedi menambahkan, pemerintah juga terus mengembangkan potensi museum Trinil, diantaranya dengan membangun pendopo, taman, tempat bermain serta spot-spot foto.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00