• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Presiden Kembali Ancam Menteri ATR Jika Gagal Penuhi Target

14 March
17:18 2019
0 Votes (0)

KBRN, Pangkalpinang : Presiden Joko Widodo menyerahkan sebanyak 2.500 sertifikat tanah kepada masyarakat di Provinsi Bangka Belitung. Penyerahan sertifikat dilakukan di GOR Sahabudin, Pangkal Pinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kamis (14/3/2019).

Kepala Negara mengatakan, penyerahan sertifikat itu adalah untuk menghindari sengketa tanah/lahan yang kerap didengarnya ketika mendapat keluhan dari warga tentang masalah sengketa kepemilikan tanah saat melakukan kunjungan kerja ke daerah.

Menurut Jokowi, sengketa itu tidak saja antarwarga, tetapi juga antara masyarakat dengan institusi, baik perusahaan maupun pemerintahan.

"Yang masuk ke telinga saya sengketa tanah, sengketa lahan, konflik tanah, dan konflik lahan, ada tetangga dengan tetangga, ada masyarakat dengan masyarakat, ada antarsaudara, ada masyarakat dengan pemerintah, atau masyarakat dengan perusahaan karena apa? Masyarakat tidak pegang sertifikat tanda bukti hak hukum atas tanah yang kita miliki," kata Jokowi.

Jokowi mengaku sudah menargetkan Menteri Agraria Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sofyan Djalil mengeluarkan sertifikat sebanyak 9 juta  pada tahun 2019 ini.

Bahkan Kepala Negara kembali menyampaikan ancamannya jika Menteri ATR tidak dapat memenuhi target yang diberikan. Jokowi juga mendorong jajaran Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk terus bekerja keras agar mampu melampaui target penyerahan sertifikat gratis kepada masyarakat di seluruh Indonesia.

"Yang paling penting kalau enggak mencapai target menterinya sudah saya ancam, awas awas awas. Awas kalau enggak cepat melayani masyarakat," kata Jokowi. 

Pada kesempatan itu, Presiden Joko Widodo juga mempersilakan jika masyarakat ingin menggunakan sertifikat tanah untuk agunan pinjaman ke bank, namun harus mengalkulasi usaha dan angsuran secara matang.

Presiden mengingatkan masyarakat untuk tidak membeli hal yang konsumtif, melainkan dimanfaatkan sebagai modal usaha maupun keperluan produktif.

"Sebulan untung Rp5 juta ditabung, sebulan lagi untung Rp3 juta ditabung. Alhamdulillah ada untung lagi Rp6 juta ditabung lagi. Alhamdulillah. Kalau numpuk-numpuk (keuntungan, red.) setelah itu ini mau digunakan untuk beli apa silakan, tapi jangan sampai dari uang modal pinjaman tadi, jangan," katanya.

Pada 2017 pemerintah telah menyerahkan 5,4 juta sertifikat tanah, sedangkan pada pada 2018 targetnya tujuh juta penyerahan sertifikat terlampaui menjadi 9,4 juta di seluruh Tanah Air. Sedangkan pada 2019 pemerintah dapat menyerahkan sembilan juta sertifikat.

Menurut data Kementerian Agraria dan Tata Ruang, dalam acara itu hadir 2.081 orang terdiri atas 806 penerima sertifikat dari Kota Pangkal Pinang, 924 penerima dari Kabupaten Bangka, dan 351 orang dari Kabupaten Bangka Tengah.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00