• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Lingkungan Hidup

Pemilik Ulayat Marga Moifilit Tuntut JOB P-PS Terkait Penggunaan Kali Maralol Hingga Tercemar

14 March
17:14 2019
0 Votes (0)

KBRN, Aimas : Aktivitas perusahaan Migas Joint Operating Body Pertamina-Petrochina Salawati diwilayah Maralol, Salawati Kabupaten Sorong sejak tahun 1990 membawa beberapa dampak perubahan, terutama dalam kualitas air di sungai Maralol yang selama ini menjadi sumber air untuk kehidupan sehari-hari, persoalan pencemaran sungai maralol ini dibawa ke rapat koordinasi bersama pihak perusahaan difasilitasi dinas lingkungan hidup Kabupaten Sorong.

Mesak Moifilit dan Sukri Moifilit mewakili pemilik ulayat Marga Moifilit di Maralol mengatakan perlu adanya musyawarah bersama antara warga pemilik ulayat, pihak perusahaan dan pemda, agar menyikapi persoalan pencemaran dengan ganti rugi terhadap warga. 

"Kami minta agar masalah dapat diselesaikan, selama ini kali Maralol itu menjadi tempat warga mengambil air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, kami sudah menyampaikan keluhan ini tapi sayang kurang mendapat perhatian," kata Mesak Moifilit, Kamis (14/3/2019).

"Aktivitas perusahaan kan ada didekat kali itu, yang dipakai warga, kalau beraktivitas apa tidak mencemari kali warga?memang limbahnya mau dibuang kemana?" tanya Sukri Moifilit.

Kemas Asphar mewakili JOB P-PS mengatakan akan membawa hasil rapat koordinasi yang difasilitasi pemda kabupaten Sorong ke pimpinan perusahaan, dan akan dikoordinasikan dengan pihak SKK Migas yang merupakan induk dari perusahaan Migas di Papua dan Maluku.

"Kami akan mencoba untuk menampung aspirasi ini dan mengkoordinasikan dengan pihak SKK Migas guna mencarikan solusinya" kata Kemas Asphar.

Rapat koordinasi penyelesaian pencemaran kali Maralol diikuti pihak perusahaan JOB P-PS, warga pemilik ulayat, dan pemerintah daerah, dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00