• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Politik

Peluang Sama Besar, Karolin Dorong Caleg Perempuan Kuasai Parlemen di Semua Tingkatan

14 March
17:16 2019
0 Votes (0)

KBRN, Pontianak : Mantan Anggota DPR RI dua periode yang juga Bupati Landak, dr. Karolin Margret Natasa mendorong caleg perempuan yang maju pada Pemilu 2019, memaksimalkan kinerjanya dalam mendapatkan dukungan masyarakat. Caleg perempuan harus bekerja dan jangan hanya jadi pelengkap, pada pertarungan politik ini. 

"Caleg perempuan yang mengikuti Pemilu 2019 ini memberikan warna dan ini membuktikan bahwa perempuan juga bisa bersaing dengan kaum lelaki. Bukan dalam arti melawan kodratnya, namun bisa menyamakan diri dalam bidang politik," kata Karolin di Pontianak, Kamis (14/3/2019). 

Karolin yang tidak lain politisi PDI Perjuangan Kakbar itu mengungkapkan, bisa dilihat sendiri dan ini sudah dibuktikan bawah perempuan juga memiliki kemampuan untuk terjun di dunia politik, hal ini bisa dilihat pada Pemilu 2014 lalu, cukup banyak anggota legislatif perempuan yang bisa bekerja dengan baik dalam menyuarakan aspirasi masyarakat. Bahkan untuk Kalbar saja, baik anggota DPD maupun DPR Ri sampai Kabupaten Kota, sudah banyak keterwakilan perempuan yang mengisi kursi parlemen.

"Semua punya peluang yang sama tinggal bagaimana para politisi perempuan dapat memanfaatkan/memaksimalkan tahapan kampanye yang sedang berlangsung ini sebagai sarana untuk menyampaikan program-programnya kepada masyarakat," jelasnya.  

Yang paling penting, kata Karolin yang menjabat sebagai Ketua Umum Pemuda Katolik itu, adalah tatap muka langsung dengan masyarakat, dan caleg perempuan memiliki peluang besar dalam pemilu, karena memiliki daya tarik tersendiri diantara caleg-caleg laki-laki yang maju dalam pemilu.
Di dalam UU maupun PKPU yang mengatur tentang kampanye, kata Karolin, tidak ada perbedaan antara caleg perempuan dengan caleg laki-laki dalam melakukan aktivitas kampanye. Artinya semua caleg memiliki ruang dan kesempatan yg sama dalam melakukan kegiatan kampanye. 

"Tinggal bagaimana para caleg ini melakukan kegiatan kampanye yang betul efektif dan efisiensi untuk menarik dukungan masyarakat pemilih yang tentunya tidak melanggar norma-norma atau aturan-aturan kampanye yang diatur di dalam UU maupun PKPU," ungkapnya.

Selain itu, dengan adanya sistem perhitungan terbaru saat ini, mengharuskan setiap caleg untuk berlomba-lomba mendapatkan suara terbanyak untuk bisa duduk di kursi parlemen.

"Tantangan memang ada, namun peluang juga terbuka luas. Namun, saya rasa saat ini sudah semakin banyak pembekalan bagi caleg perempuan, baik yang dilaksanakan oleh pemerintah, maupun dari lembaga tertentu," katanya.

Dengan kondisi yang ada saat ini, ke depan caleg perempuan dipastikan tidak mendapatkan kendala berarti dalam menjalankan tugasnya, karena meski luas jangkauan daerah pemilihannya cukup luas, namun dengna akses jalan yang ada yang semakin baik, tentu tidak akan menyulitkan caleg dalam mensosialisasikan dirinya, maupun menemui kunsituennya saat sudah terpilih nanti.

"Keterlibatan perempuan dalam politik jelas sangat diperlukan. Makanya Undang-undang nomor 12 tahun 2003 yang berisi keharusan memasukkan kuota 30 persen caleg perempuan dan ini menjadi kesempatan kepada perempuan untuk terlibat dalam politik," pungkas Karolin.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00