• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Politik

Timses Prabowo di kalbar Sebut, Putusan MK Soal Cuti Kampanye Rancu

14 March
16:36 2019
0 Votes (0)

KBRN, Pontianak : Badan Pemenangan Provinsi (BPP) Prabowo-Sandi di Kalbar menilai putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menyatakan presiden tidak perlu cuti saat kampanye pilpres, rancu. Pasalnya, akan ada celah bagi capres petahana untuk menggunakan fasilitas negara saat berkampanye, yang notabene dilarang dalam Undang-undang Pemilu dan Peraturan KPU.

“Bagaimana mungkin seorang presiden sebagai pejabat tinggi negara, dia tidak cuti, maka fasilitas negara tidak akan dia gunakan. Tentu saja melekat fasilitas negara di presiden. Inilah yang bertentangan dengan aturan KPU. Keputusan hakim (MK) ini rancu,” kata Sekretaris BPP Prabowo-Sandi di Kalbar, M. Rizal, Kamis (14/3/2019).

“Presiden tidak perlu cuti (kampanye), tapi bisakan fasilitas negara itu ditinggalkan,” timpalnya.

Rizal menyebutkan, jika putusan MK ini merugikan kubu Prabowo-Sandi. Karena jika capres petahana tidak cuti saat akan berkampanye, maka semua fasilitas dan hal lainnya akan melekat dan sulit dipisahkan.

“Misalnya, jika (calon) presiden berkunjung ke satu daerah, maka pejabat daerah wajib menyambut karena dia posisinya juga sebagai presiden,” terangnya.

Selain itu, BPP Prabowo-Sandi di Kalbar juga menjelaskan, jika dalam putusan MK itu ada ketentuan, yang mengembalikan niatan cuti atau tidak kepada presidan dan wakil presiden yang ingin berkampanye di pilpres 2019.

Artinya, jika memang ada niat yang kuat untuk menghindari penggunaaan fasilitas yang melekat pada preiden atau wakil presiden, maka sebaiknya, capres petahan cuti saat kampanye.

“Kalo memang tidak bisa cuti karena jadwal yang padat, maka beliau (preiden) tidak usah saja maju sebagai capres lagi. Karena, kalo beliau (preiden) maju sebagai capres, tentu harus siap dengan segala konsekuensi sebagai capres. Toh ada wakil preisden,” pungkas Rizal.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00