• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Cegah Peredaran Narkoba, Lapas Tanjungpinang Gandeng BNN

14 March
16:24 2019
0 Votes (0)

KBRN, Tanjungpinang : Belum bersihnya sel tahanan dari peredaran gelap Narkotika disebabkan lapas banyak dihuni narapidana yang terlibat kasus narkoba.

Untuk mengantisipasi adanya peredaran narkotika di Lapas, Lembaga Pemasyarakat Kelas II A Tanjungpinang menandatangani Pakta Integritas bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Tanjungpinang, Kamis (14/3/2019).

Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Tanjungpinang Haswem Hasan kepada RRI mengatakan, Penandatanagan pakta integritas ini dalam upaya melakukan pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan  dan peredaran gelap narkoba (P4GN) di lingkungan Lapas.

“Kalau masih ditemukan kita akan ambil tindakan tegas, laporkan kepada pihak berwajib. Baik itu sipir maupun narapidana karena tidak ada toleransi untuk narkoba,” kata Haswem Hasan Kalapas Kelas II A Tanjungpinang

Haswen mengungkapkan, Salah satu upaya pencegahan beredarnya narkoba di lapas dengan melakukan pengawasan yang ketat yakni penggunaan telepon genggam atau handphone di lapas. Bahwa keberadaan handphone yang dikuasai dan digunakan oleh narapidana atau tahanan menjadi pemicu utama dan laten terjadinya komunikasi jaringan gelap peredaran narkoba di dalam lapas.

“Jika terbukti bersalah terlibat dengan narkoba akan ditindak tegas, Karena Menteri sendiri tidak menginginkan petugas Kemenkumham terlibat narkoba. berapapun barang bukti yang ditemukan, tindak tegas apa perlu pecat,” ungkap Haswen

Sementara itu Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Tanjungpinang AKBP Darsono,SH mengatakan, Peredaran narkoba di lapas menjadi salah satu perhatian khusus dari Badan Narkotika Nasional (BNN). Penandatanganan Mou ini merupakan salah satu upaya dalam upaya memberantas peredaran gelap barang haram narkoba di lapas.

“MoU ini bukan sekedar tertulis saja, melainkan kita laksanakan dengan koridor dan aturan yang berlaku, Kita tidak main-main dengan narkoba ini,” kata AKBP Darsono Kepala BNN Kota Tanjungpinang.

Darsono menjelaskan, Kita sudah sepakati bersama unsur pimpinan kedepan akan melaksanakan tes urine di Lembaga Pemasyarakatan tidak hanya diutamakan kepada pegawai melainkan juga narapidana di Lapas. Upaya-upaya ini salah untuk melakukan pencegahan peredaran narkoba dalam lapas sehingga lapas bersih dari barang haram tersebut.

“waktunya kita rahasiakan, sifatnya dadakan sewaktu-waktu bisa saja secara rutin kita laksanakan,” jelasnya

Darsono juga mengatakan, Untuk mengantisipasi peredaran narkotika salah satu upaya yang dilakukan dengan melaksanakanTes urine. Tujuan diadakannya test urine yaitu untuk mendukung kinerja Lapas yang akuntabel, transparan dengan didukung oleh petugas yang memiliki disiplin dan etos kerja yang tinggi yang mampu mewujudkan tertib Pemasyarakatan. Diakuinya, kesulitan BNN dalam melakukan tes urine karena keterbatasan anggaran yang dimiliki, meski demikian pihaknya akan terus berupaya melakuan kerjasama dengan instansi terkait.

‘’harapan kita jangan sampai terjadi peredaran serta penyalahgunaan narkoba di lapas,” pungkasnya. 

  • Tentang Penulis

    RISFAN BADRIAN

    Bahagia bukan milik dia yg hebat dalam segalanya, namun dia yg mampu temukan hal sederhana dalam hidupnya dan tetap bersyukur.

  • Tentang Editor

    Heri Firmansyah

    Redaktur RRI-Online

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00