• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Budaya dan Wisata

Jaga Kearifan Lokal, Jamu Difestivalkan di Caruban

14 March
16:03 2019
0 Votes (0)

KBRN,  Madiun : Pada beberapa decade terakhir sudah jarang dijumpai emak-emak yang menggendong botol-botol berisi  jamu tradisional. Atau dengan kata lain, jamu tradisional telah ditinggalkan oleh masyarakat. Padahal, sebenarnya jamu mengandung nilai budaya masyarakat, khususnya Jawa, karena dibuat dan disajikan secara tradisional.

Atas keprihatinan inilah, Galery Budaya Caruban Kabupaten Madiun 16 dan 17 Maret lusa menggelar Festival Jamu Tradisionil di Cafe Eathouse.

Ketua penyelenggara, Musa Hendri mengatakan, kegiatan ini diharapkan bisa mengingatkan kembali masa lalu tentang akrabnya masyarakat dengan jamu.

“Itu yang sekarang mulai hilang. Makanya kita membuat festival seperti ini supaya setiap pengunjung yang datang itu diingatkan kembali. Dulu itu kita punya budaya yang namanya jamu. Hampir setiap sore, setiap kali di setiap rumah selalu ada jamu gendong yang lewat.  Itu mengingatkan kembali ke masa-masa lalu juga,” katanya.

Kegiatan ini, kata Musa, juga untuk mengakomodir  mereka yang concern terhadap masalah jamu, khususnya jamu gendong yang saat ini sudah hampir punah.  Langkah ini sekaligus sebagai penghargaan bagi mereka yang mempertahankan kearifan lokal.

Jenis jamu yang akan disuguhkan pada festival nanti antara lain beras kencur, kunir asem, pahitan, gepyokan, dan lain-lain, yang semua bahannya berasal dari tumbuhan yang bisa dibudidayakan di lingkungan sekitar. 

Musa Hendri mengaku nenek moyang bangsa ini sebenarnya telah memiliki peradaban yang tinggi, sehingga untuk menjaga kesehatan,  mereka hanya mengandalkan tumbuhan di alam sekitarnya yang memiliki manfaat masing-masing.

Menurut Musa Hendri, memanfaatkan berbagai tanaman untuk menjaga kesehatan memiliki folosofi agar manusia akrab dan ramah terhadap alam.

“Ini kan filosofi yang orang jaman dulu tanamkan bahwa kita itu dekat dengan alam, alam itu menjaga kita, menjaga kesehatan kita. Tinggal bagaimana kita merawat, mengelola, mengembangkan sampai akhirnya kita masuk pada level peradaban tertinggi di mana kita bukan sakit, tetapi menjaga kesehatan,” kata Musa.

Melalui Festival Jamu Tradisionil diharapkan bisa menggiatkan kembali budidaya tanaman obat di setiap lingkungan rumah warga. Hal ini penting karena masyarakat cenderung meninggalkan yang tradisional atau kearifan lokal dan beralih ke hal-hal yang dianggap modern. Padahal yang tradisional belum tentu jelek dan yang modern belum tentu lebih baik. 

  • Tentang Penulis

    Moch. Haryono

    Ada Kepiting di Rumah Kaca ......... Ada Berita Penting, Silakan Dibaca

  • Tentang Editor

    Heri Firmansyah

    Redaktur RRI-Online

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00