• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Hadapi Persaingan Global, Jusuf Kalla: Dibutuhkan Tiga Hal

14 March
16:03 2019
0 Votes (0)

KBRN, Nusa Dua : Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpanrb) menggelar International Reform Symposium and Regional Workshop, di Bali Nusa Dua Convention Centre (BNDCC). Kegiatan yang berlangsung dua hari (14 dan 15 Maret 2019) itu mengusung tema "Public administration reform and national development in Indonesia, Korea, and Southeast Asia".

Wakil Presiden Republik Indonesia, Muhammad Jusuf Kalla dalam sambutannya menyampaikan soal perubahan pesat yang terjadi, baik secara internal maupun eksternal. Perubahan dari dalam negeri yaitu reformasi pemerintahan dan sistem kenegaraan. Sedangkan dari luar adalah perkembangan teknologi yang dapat merubah sistem pemerintahan.

Indonesia disebut telah mengalami perubahan fundamental pasca bergulirnya era reformasi. Menurutnya dalam 20 tahun terakhir banyak hal berubah, khususnya dari sisi ketatanegaraan. Ketika orde baru Indonesia disebut menganut sistem pemerintahan sentralistik, dan otoriter. Namun memasuki era reformasi, pemerintah memberlakukan pola desentralisasi dan otonomi.

"Sekarang Indonesia mengalami perubahan yang banyak dalam hal bagaimana mengelola pemerintahan yang demokratis dan otonomi. Maka tentunya seluruh sistem pemerintahan harus berubah dan harus lebih baik. Kalau dulu DPR, pemerintah daerah selalu menunggu instruksi dari pusat, maka dewasa ini harus otonom, harus berdiri lebih tegak lagi untuk menjalin hubungan-hubungan itu," ungkapnya ketika membuka International Reform Symposium and Regional Workshop di Nusa Dua, Kamis (14/3/2019).

Perubahan sistem pemerintahan disebut Jusuf Kalla harus dibarengi dengan perkuatan dimasing-masing pemerintah daerah. Otonomi yang diberikan, membuka peluang bagi daerah untuk memperkuat fondasi kebijakan dan sistem kepemerintahan.

"Kalau dulu kementerian dan lembaga mengatur sampai di kabupaten, maka dewasa ini semua hanya memberikan arahan dan dilaksanakan oleh pemerintah daerah setempat. Hal itu menyebabkan perubahan-perubahan sistem. Dan perubahan sistem itu juga harus dibarengi dengan perubahan cara dan tentu juga pengetahuan daripada masing-masing daerah. Ini membutuhkan suatu kemampuan, dibutuhkan suatu cara dan dibutuhkan tentu dengan teknologi yang lebih baik lagi," ujarnya.

Sedangkan dari sisi perkembangan teknologi juga dinilai memberikan dampak mendasar terhadap kehidupan bernegara dan bermasyarakat. Salah satu yang nyata adalah kemudahan yang berimplikasi pada berkurangnya kebutuhan tenaga administrasi.

"Karena itulah maka, apalagi dalam dunia yang bersaing dewasa ini dibutuhkan tiga hal, satu sistem yang lebih cepat, satu sistem yang lebih baik, dan satu sistem yang lebih efisien. Efisien dan cepat tentu membutuhkan teknologi yang baik. Semua itu membutuhkan suatu perubahan-perubahan yang mendalam dalam sistem kita," paparnya.

"Begitu juga dalam negara yang demokratis. Keinginan masyarakat yang menentukan dan lebih banyak lagi. Semua kita harus kerjakan lebih cepat lagi, lebih efisien lagi, dan semuanya memerlukan sistem. Kalau zaman dahulu apa yang dikatakan oleh pejabat itu adalah kebenaran, sekarang ini kebenaran ada ditangan rakyat. Semua itu membutuhkan perubahan sistem yang diakui," imbuhnya.

RI-2 menyebut, ditengah perubahan itu Asean merupakan organisasi geo-politik dan ekonomi dari negara-negara kawasan Asia Tenggara yang lebih baik dan tertib. Ia mencontohkan organisasi regional di kawasan Afrika, Eropa, Timur Tengah, dan Asia Timur yang kini timbul banyak masalah dan pertentangan. Berkaca dari kondisi itu, Jusuf Kalla mengajak seluruh negara anggota Asean untuk terus bersatu dalam bersikap dan mengisi antara satu dengan lainnya.

"Oleh karenanya saya mengucapkan terima kasih kepada wakil-wakil yang hadir dalam simposium ini, untuk kita bicara dan belajar satu sama lain tentang pengalaman-pengalaman yang berhasil guna menghindari pengalaman-pengalaman yang gagal. Itulah guna dari simposium seperti ini, untuk memberikan kita pelajaran, pengalaman, dan juga sistem yang terbaik," ucapnya.

"Kita masih banyak mengalami kekurangan-kekurangan yang harus diperbaiki. Masih banyak aparat kita yang menjadi masalah karena permasalahan korupsi, masih banyak permasalahan keterlambatan, masih ada masalah ketidakpedulian kepada kebutuhan masyarakat. Semua itu tentu haruslah direspon dengan baik. Haruslah sistem itu lebih terbuka, haruslah sistem itu lebih akuntabel dan sebagainya. Sebuah keharusan seperti itulah sebagai syarat negara akan maju," pungkasnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00