• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Menpan-RB Sebut Pemda Hemat Rp110 Triliun dalam 2 Tahun

14 March
16:03 2019
0 Votes (0)

KBRN, Nusa Dua : Reformasi birokrasi dan pola kerja aparatur sipil negara (ASN) menjadi fokus pemerintahan dalam 20 tahun terakhir. Hal itu dilakukan sebagai respon pemerintah terhadap keluhan masyarakat perihal kinerja ASN di tanah air.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB), Syafruddin menyebut telah terjadi lompatan signifikan dalam 10 tahun terakhir. Lompatan yang dimaksud terlihat dari aspek kuantitas dan kualitas.

"Bahwa semua naik, yang tadinya indeks korupsi itu selalu stuck dari tahun ke tahun, ini membaik. Dari 34 ke 38, itu 2018," katanya kepada wartawan disela-sela International Reform Symposium and Regional Workshop di Bali Nusa Dua Convention Centre (BNDCC), Kamis (14/3/2019).

Mantan Wakapolri ini menyebut, lompatan terbesar yang ditoreh adalah efisiensi anggaran. Pemerintah daerah diakui berhasil melakukan penghematan anggaran dalam 2 tahun terakhir.

"Tapi yang paling penting sekarang yang kita peroleh dalam dua tahun terakhir itu adalah efisiensi yang dilakukan oleh pemerintah daerah. Terutama ditingkat satu dan tingkat dua. Sangat melakukan efisiensi yang masif," ungkapnya.

Syafruddin menjabarkan, penghematan anggaran terbesar terjadi pada pelaksanaan program dan kegiatan. Pemerintah daerah dikatakan berhasil memangkas program dan kegiatan yang dianggap tidak efektif.

"Itu berimplikasi kepada efisiensi anggaran, penggunaan anggaran. Serapannya itu bagus ya. Tetapi bukan serapan menjadi tolok ukur, efisiensinya. Serapan itu kan sesuai dengan program, kegiatan, serapannya bagaimana. Bukan itu. Bisa saja serapannya bagus karena programnya banyak. Tetapi ini diefektifkan programnya. Itu dalam dua tahun itu bisa Rp110 triliun yang dihemat oleh pemerintah daerah. Saya tidak bicara pemerintah pusat, tetapi pemerintah daerah," bebernya.

Beberapa pemerintah daerah yang diakui sangat efektif dalam penghematan anggaran adalah Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Pemprov Jawa Tengah dikatakan mampu memangkas 4.000 kegiatan dan program menjadi 880 dalam setahun. Langkah itu menurutnya dapat menghemat anggaran hingga Rp1,2 triliun.

"Itu dimanfaatkan untuk kepentingan rakyat, untuk kepentingan membangun infrastruktur, sekolah, macam-macamlah. Itu yang paling nyata sekarang. Dan mudah-mudahan tahun 2019 ini akan meningkat lagi," pungkasnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00