• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Lingkungan Hidup

Bupati Sumbawa: Hutan Paru-paru Dunia yang Harus dilindungi

14 March
11:07 2019
0 Votes (0)

KBRN, Sumbawa : Kualitas lingkungan dewasa ini memiliki kecenderungan semakin menurun. Adanya banjir di musim hujan, kelangkaan air ketika kemarau tiba, serta pencemaran air tanah dan sungai tentunya dapat mengancam kehidupan manusia.

Kondisi ini terjadi disebabkan perilaku manusia yang hanya mengeksploitasi alam tanpa memperhatikan keseimbangan atau kelestarian lingkungan hidup.

“Hutan merupakan paru-paru dunia. Jika air dikatakan sebagai sumber kehidupan, maka hutan dapat dikatakan sebagai penyangganya. Akar-akar kayu yang ada di hutan berfungsi untuk menyerap dan menyimpan air. atau singkatnya, hutan merupakan mesin sirkulasi air paling canggih yang tak dapat digantikan dengan apapun,” kata, Bupati Sumbawa melalui Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa Drs. H. Rasyidi pada penanaman pohon di DAS Semongkat dalam rangka konservasi alam dan pelestarian lingkungan yang diselenggarakan Forum Komunitas Hijau Samawa Rea (FKHSR) di Dusun Semongkat Brang Desa Kelungkung Kecamatan Batulanteh, Kamis (14/03/2019).

“Hutan merupakan sesuatu yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sebagian besar masyarakat kita, kerena hutan memberikan sumber kehidupan bagi kita semua. Hutan menghasilkan air dan oksigen sebagai komponen yang sangat diperlukan bagi kehidupan umat manusia,” tambahnya.

Ia menyebutkan, dalam rangka menggerakkan masyarakat untuk melakukan penanaman pohon, presiden RI telah menyerukan kepada seluruh masyarakat agar dapat melakukan penanaman pohon sebanyak 25 batang setiap orang selama hidupnya.

untuk itu, bupati mengharapkan kepada semua masyarakat untuk bersama-sama menanam pohon bagi kepentingan anak cucu kita, demi mendapatkan lingkungan yang sejuk, bersih dan sehat.

Bupati  menyampaikan penghargaan atas terselenggaranya kegiatan yang sangat bermanfaat ini. Ikhtiar baik yang telah dilakukan oleh Forum Komunitas Hijau ini dapat diikuti dengan pemeliharaan yang baik oleh masyarakat sekitar, karena kegiatan penanaman pohon yang dilakukan menggunakan bibit-bibit tanaman yang bernilai ekonomi tinggi, yang tentunya sangat bermanfaat, baik bagi peningkatan pendapatan masyarakat maupun untuk menjaga ketersediaan air serta memberi manfaat perlindungan bagi keanekaragaman hayati.

“Kegiatan menanam pohon dan pelestarian lingkungan ini tidak berhenti pada acara seremonial semata, tetapi hendaknya dapat berkelanjutan menjadi sebuah budaya dan kebutuhan dalam kehidupan, dalam upaya mendukung terciptanya kualitas udara dan lingkungan yang bersih dan sehat,” tututpnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00