• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi

BPS Bantah Deflasi Tahun 2019 Akibat Daya Beli Turun

14 March
08:24 2019
0 Votes (0)

KBRN, Pekanbaru : Deflasi yang terjadi di dua bulan pertama tahun 2019, belum dapat dipastikan hal itu akibat penurunan daya beli masyarakat. Sebab bisa saja karena persediaan harga cukup banyak dan pemerintah bisa mengendalikan harga di pasaran.

Hal itu dikatakan oleh Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau, Aden Gultom kepada Radio Republik Indonesia, di Pekanbaru, Kamis (15/3/2019).

Dia menyebutkan deflasi yang terjadi pada Februari 2019 bukan disebabkan penurunan daya beli masyarakat. Secara nasional Indeks Harga Konsumen (IHK) untuk komponen inti yang menjadi tolak ukur daya beli masih tercatat inflasi sebesar 0,26 persen secara bulanan dan 3,06 persen secara tahunan. Sebelumnya, BPS mencatat deflasi sebesar 0,08 persen secara bulanan dan inflasi 2,57 persen secara tahunan.

Hal sama juga terjadi di Provinsi Riau. Pada bulan Februari 2019, Riau mengalami deflasi sebesar 0,34 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 136,15.

"Untuk tahun kalender deflasi Riau sebesar -0,40 persen, dan Inflasi Year on Year bulan Februari 2019 terhadap Februari 2018 sebesar 1,74 persen. Jadi bukan berarti indikasi penurunan daya beli, komponen inti masih positif," ujarnya.

Menurut Aden Gultom, deflasi Februari 2019 terjadi karena penurunan harga bahan pangan akibat pasokan yang berlebih seperti cabai merah. Selain itu, penurunan harga bahan pangan juga terjadi karena harga yang kembali ke level normal setelah sempat menanjak pada Januari 2019 lalu.

"Penurunan harga bahan bakar nonsubsidi yang terjadi seperti pada seri Pertamax yang dilakukan oleh PT Pertamina (Persero) bulan lalu juga turut berkontribusi pada deflasi bulan lalu. Kondisi itu membuat indeks harga komponen energi mengalami deflasi," tambahnya. 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00