• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Sigap Polri

Lewati Hutan dan Laut, 37 Korban Penyeludupan Manusia Diamankan Polda Kepri

12 March
19:22 2019
0 Votes (0)

KBRN, Batam : Jajaran Subdit IV Ditkrimum Polda Kepri mengamankan 37 orang korban penyeludupan manusia (people smuggling)  yang akan pulang ke Indonesia melalui pelabuhan tikus Tanjung Sengkuang, Batam, Kepulauan Riau (Kepri). 

Kabid Humas Polda Kepri, Kombespol Erlangga menjelaskan kronologi penanganan perkara bermula dari informasi masyarakat pada tanggal 11 Maret 2019 lalu, kemudian dilakukan pengembangan dan penyelidikan didapati 1 mini bus BP 7046 DC yang memuat 18 orang TKI ilegal pada pukul 23.30 Wib, kemudian diamankan kembali 1 orang di Mega Legenda. Subdit IV Ditreskrimum Polda Kepri melakukan interogasi dan penyelidikan diamankan kembali 1 orang pengurus dan penampung di kawasan Perumahan Taman Raya, Batam. 

"Pelaku sebagai pengurus dan penampung bertempat tinggal di Batam, pekerja migran ilegal (PMI) ini dibawa dari Malaysia langsung menuju Batam, mereka tidak memiliki dokumen sah sebagai tenaga kerja di sana, dan kita tangkap di pelabuhan tikus Tanjung Sengkuang," Jelas Erlangga saat konferensi pers, Selasa, (12/3/2019)

Sementara itu Kasubdit IV Ditreskrimum Polda Kepri Kompol Dhani Catra Nugraha mengatakan pekerja migran ilegal dijemput dari Kota Tinggi Malaysia, sebelum mencapai bibir pantai mereka harus melewati jalur hutan sepanjang 1 Kilo meter, setelah mencapai bibir pantai mereka kembali menempuh air laut sepanjang 100 meter dan disana sudah ada speedboat yang menjemput. Terdapat anak dibawah umur dalam rombongan TKI ilegal ini. 

"Speedboat itu kan tidak bisa ke bibir pantai, jadi mereka harus jalan kaki lagi sekitar 100 meter untuk sampai ke Speedboat, makanya mereka kita dapati dalam keadaan basah. Sedangkan anak dibawah umur itu ikut ibunya, bukan anak yang lahir di Malaysia, dia ikut ibunya karena tidak bisa ditinggal," ujar Kompol Dhani.  

Sementara itu tersangka yang diamankan Polda Kepri berinisial MR dan M sebagai pengurus dan penampung di Batam, sudah melakukan rutinitas terlarang ini sejam 6 tahun terakhir, mereka melakukan pekerjaan sesuai dengan permintaan dari jaringan yang ada di Malaysia, kedua tersangka mematok akomodasi kepulangan senilai Rp. 2 - 5 juta hingga ke daerah tujuan. 

Ditempat yang sama Dirkrimum Polda Kepri, Kombespol Hernowo Yulianto menimpali, bahwa ke 37 korban people smuggling ini terdiri dari 32 orang laki-laki dan 5 orang perempuan, mereka berasal dari Lombok 31 orang, Bengkulu Selatan 3 orang, Karawang 2 orang dan Sulawesi Tengah 1 orang. 

"Disini kita kenakan UU Imigrasi karena sudah ada surat edaran dari Kejaksaan Agung dan putusan pengadilan, keduanya dijerat dengan pasal 120 UU RI No. 6 Tahun 2011 tentang Pelanggaran Keimigrasian dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara," tutupnya. 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00