• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

LUAR NEGERI

Dubes Korea Selatan Kecewa Atas Hasil Pertemuan Kedua Trump dan Kim Jong Un

12 March
18:23 2019
1 Votes (5)

KBRN, Jakarta:  Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia Kim Chang-beom menyampaikan kekecewaannya atas hasil pertemuan tingkat tinggi kedua antara Presiden AS Donald Trump dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un di Hanoi, Vietnam, 27-28 Februari lalu.

Menganalogikan pertemuan Trump-Kim sebagai film, Dubes Kim menyebut pertemuan di Hanoi sebagai sekuel yang “tidak sebagus” film pertama atau pertemuan pertama mereka di Singapura, Juni 2018.

“Terkait pertemuan kedua di Hanoi, kami semua gelisah dan penasaran untuk mengetahui apa yang akan terjadi. Dan karena kami mempunyai ekspektasi tinggi terhadap hasil pertemuan antara Presiden Trump dan Pemimpin Kim, kami merasa sedikit kecewa atas ketiadaan kesepakatan antara kedua pemimpin tersebut,” ucap Dubes Kim dalam diskusi dengan sejumlah media di Jakarta,dari keterangan yang di pantau RRI Selasa (12/3/2019).

Penandatanganan kesepakatan mengenai upaya mengakhiri program nuklir Pyongyang batal, dan perundingan antara kedua pihak selesai lebih cepat karena AS menolak tuntutan Korea Utara untuk menyabut seluruh sanksi ekonomi.

Trump dan Kim juga segera kembali ke negara masing-masing, sesaat setelah pertemuan di Hanoi selesai.

Meski demikian, Korea Selatan mencatat beberapa sisi positif dalam pertemuan tersebut, salah satunya bahwa AS dan Korea Utara tidak saling menyalahkan.

“Mereka menggambarkan pertemuan tersebut sebagai sesuatu yang produktif. Jadi aspek pertama yang bisa saya lihat dari perspektif yang optimistis adalah setidaknya mereka telah membuka pintu konsultasi dan negosiasi lebih lanjut,” paparnya.

Sisi positif kedua yang diperoleh dari pertemuan kedua Trump-Kim di Hanoi adalah transparansi posisi masing-masing negara untuk menangani isu-isu sensitif yang dihadapi kedua negara, terutama mengenai denuklirisasi dan pencabutan sanksi terhadap Korea Utara.

Diketahui, dalam pertemuan tersebut, Trump secara jelas menuntut Korea Utara membongkar Pusat Riset Ilmiah Nuklir Yongbyon.

Permintaan tersebut akan diamini oleh Korea Utara jika seluruh sanksi ekonomi AS terhadap negara tersebut dicabut.

“Sayangnya, masih ada perbedaan interpretasi (antara Trump dan Kim) terkait cakupan poin-poin perundingan tersebut,” tuturnya.

Sisi positif lainnya adalah AS telah menyampaikan gagasan yang mungkin mengarah pada kantor penghubung liaison office AS di Korea Utara, dan beberapa langkah yang mengarah pada normalisasi hubungan antara AS dan Korea Utara.

“Jadi sebenarnya banyak hasil yang bisa dipetik, tetapi itu tergantung pada seberapa besar upaya Korea Utara melakukan denuklirisasi. Apa yang bisa kita harapkan sekarang adalah bagaimana agar proses negosiasi bisa tetap berlanjut,” pungkas Dubes Kim.(rel)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00