• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Teknologi

Indonesia Satu dari 20 Negara Dunia yang Mampu Produksi Pesawat secara Utuh.

12 March
17:00 2019
0 Votes (0)

KBRN Surakarta : Perusahaan perancangan , pengembangan dan manufaktur pesawat terbang PT Regio Aviasi Industri RAI membutuhkan waktu sekitar empat tahun untuk membuat pesawat purwarupa jenis R80.

Hal itu diungkapkan Komisaris PT Regio Aviasi Industri, Ilham Akbar Habibie kepada wartawan di Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo. Senin (11/3/2019).

Menurut Ilham, untuk produksi pesawat bermesin turbotrop yang ditargetkan akan dimulai tahun ini,  pihaknya telah mendapatkan investor dari Indonesia dengan nilai yang cukup tinggi. Menurutnya, hingga saat ini belum diputuskan lokasi untuk produksi pesawat yang telah banyak pemesannya, antara Batam dan bandara Kertajati Jawa Barat, meski kemungkinan besar Bandara Kertajati sebagai Alternatif utama, karena saat ini merupakan kawasan Industri Aero City.

Menyinggung tentang kemungkinan Indonesia menjadi negara rowmodel produsen pesawat  di Dunia, Ilham Akbar Habibie optimis , mengingat dari 200 Negara di dunia, hanya ada 20 negara yang saat ini mampu memproduksi pesawat terbang, dan Indonesia merupakan salah satunya.

"Saya kita memang di dunia ini tidak banyak negara yang mampu membuat pesawat, jadi ada 20 sedunia dari 200 negara. Jadi mungkin ada 10 persen yang bisa membuat pesawat secara utuh, Indonesia salah satunya," tegasnya.

Ilham Akbar Habibie, yang merupakan putra mantan Presiden Indonesia BJ Habibie ini, mengaku pihaknya saat ini telah menerima pesanan 155 unit pesawat R80 dari empat maskapai dalam negeri.

Menurutnya, meski belum dipasarkan ke luar negeri tetapi pihaknya optimis pesawat jarak pendek tersebut memiliki peluang besar di pasar internasional, utamanya negara-negara yang memiliki karakter seperti Indonesia seperti Filipina, Thailand serta beberapa negara di Afrika dan Amerika Latin, karena pesawat hasil rancangan ayahnya tersebut bisa digunakan di bandara dengan landasan pendek.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00