• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kesehatan

Belum Diketahui Penyakitnya, Kenzi, Bocah Usia 2,5 Tahun Masih Tunggu Hasil Uji Virus dari Dokter

10 March
09:52 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Seorang anak yang berusia 2 setengah tahun bernama Kenzi mempunyai penyakit yang belum diketahui oleh pihak rumah sakit, Hal tersebut di akui oleh Ayahanda Kenzi, Dodi yang dikatakannya pada awal bulan September Kenzi mengalami gejala batuk disertai pilek dan demam setelah di bawa ke dokter, Kenzi menjadi sembuh namun 2 hari kemudian kembali mengalami batuk.

"Hampir setiap seminggu sekali kita pergi ke dokter, kita mendapatkan obat flu untuk batuk dan demamnya, Alhamdulillah setelah kita ke dokter demamnya besoknya sudah hilang Flunya sudah sedkit menurun, namun batuknya masih saja terus," ungkapnya kepada Pro3 RRI, Minggu (10/3/2019).

"Namun 2 hari setelah itu datang lagi, saya curiga mungkin dia terkena seperti batuk pileknya anak biasa, atau juga kemungkinan seperti yang dibilang banyak orang ini batuk seratus hari," lanjutnya.

Dodi menceritakan kronologisnya di bulan kurang lebih pada November akhir, Kenzi menunjukkan ciri khas yang lain pada bulan November akhir pengelihatan Kenzi sudah mulai berubah, Kenzi sedikit ketakutan dalam berjalan, dan matanya tidak fokus, sampai di awal-awal bulan Desember mata kanan Kenzi alami seperti katarak.

"Lalu kami bawa ke salah satu rumah sakit di daerah kami, untuk menlakukan pengecekan, setelah melakukan banyak pengecekan hasilnya banyak negatif, ada megavirus hasilnya reaktif, tindakan rawat inap juga sudah bolak-balik kita lakukan untuk perawatan Kenzi," jelasnya.

Dokter bilang itu memang virus tetapi penyembuhannya mungkin bisa dengan antivirus, karena menurut dokter, memang di dalam tubuh kita pun sebenarnya ada virus cuman nilainya di bawah.

Virus itu akan naik ke atas seperti kita kena flu, itu ketika imune kita itu turun, sehingga dia naik.

"Untuk saat ini kita hanya menunggu hasil apa sebenanrya virus itu apa, dan bagaimana kita masih menunggu, karena dari serangkaian tes yang di ambil memang pada tanggal 11 dan 15 masih menunggu hasil yang akan diterima, tapi untuk tahap awal ini sudah keluar bahwa sistem kekebalan imun tubuh tadi turun, jadi tadi baru mendapatkan obat yang bisa dibilang imun," ucapnya.

Menanggapi pernyataan Ayahanda Kenzi, Dodi, Dokter Neurologi dari sebuah RS. Jakarta, Gatot Sumantri mengatakan untuk mendiagnosa suatu infeksi bakteri atau virus itu tidak mudah karena dari gejala awal itu hampir sama, yang di dahului oleh demam, ada yang naik turun, yang naik terus-terusan, dll.

"Untuk membuktikan itu harus dilakukan suatu pemeriksaan-pemeriksaan penunjang yang tidak sedikit, yang dimana pemeriksaan penunjang itu memakan biaya yang cuykup besar," pungkasnya.

"Jadi untuk menegakkan diagnosa apakah itu bakteri, virus, itu memang tidak mudah, kalau memang dokternya mengatakan belum ketemu berarti memang belum ketemu karena tidak semua pemeriksaan virus itu di kita juga ada," lanjutnya.

Menurutnya, virus itu sebenarnya slalu bersembunyi, dan tidak hilang dengan obat.

"Jadi dia sembunyi aja,saat imunitas kita turun dia muncul tapi memang penyakit-penyakit flu infuleza itu bisa membaik sendiri, kalau imunitasnya membaik dia membaik sendiri, jadi kalau dalam waktu 3 hari tidak membaik lebih baik konsultasi ke dokter untuk mengetahui apakah flu biasa atau ada yang lain," tutupnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00