• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Teknologi

Laporan Ancaman Tahunan Symantec Mengungkapkan Serangan Siber

6 March
21:48 2019
1 Votes (5)

KBRN, Jakarta: Berhadapan dengan penurunan keuntungan yang didapat dari ransomware dan cryptojacking, para penjahat dunia maya kini menggandakan metode-metode alternatif, seperti formjacking, untuk menghasilkan uang, menurut Internet Security Threat Report (ISTR) dari Symantec (Nasdaq: SYMC), Volume 24.

ISTR yang dirilis Symantec memberikan tinjauan tentang lanskap ancaman, termasuk wawasan tentang aktivitas ancaman global, tren kejahatan dunia maya, dan motivasi para pelaku serangan siber.

Laporan ini menganalisis data dari Global Intelligence Network dari Symantec, suatu jaringan intelijen ancaman sipil terbesar di dunia, yang merekam peristiwa dari 123 juta sensor serangan di seluruh dunia, memblokir 142 juta ancaman setiap hari dan memantau kegiatan ancaman di lebih dari 157 negara.

Sorotan utama dari laporan tahun ini meliputi Formjacking, Cryptojacking, Ransomware, Cloud, Tool-tool Living off the Land, Internet of Things, General Data Privacy Regulation (GDPR), dan Internet Security Threat Report.

“Formjacking merupakan ancaman serius bagi perusahaan dan konsumen, kata Greg Clark, CEO, Symantec, Jakarta, Rabu (6/3/2019). "Konsumen tidak memiliki cara untuk mengetahui apakah mereka mengunjungi toko ritel online yang terinfeksi tanpa menggunakan solusi keamanan yang komprehensif sehingga menjadikan informasi pribadi dan keuangan mereka yang berharga rentan terhadap pencurian identitas yang berpotensi merugikan. Untuk perusahaan enterprise, peningkatan kasus formjacking yang meroket mencerminkan meningkatnya risiko serangan rantai pasokan, serta risiko reputasi dan liabilitas yang dihadapi oleh para pelaku bisnis ketika terinfeksi," tambahnya.

“Dengan tren yang semakin meningkat menuju konvergensi IT dan IoT industri, medan perang dunia maya berikutnya adalah teknologi operasional," tutur Halim Santoso, Director Systems Engineering ASEAN Symantec. 

“Semakin banyak kelompok, seperti Thrip dan Triton, menunjukkan minatnya dalam menginfeksi sistem operasional dan sistem kontrol industri yang berpotensi mempersiapkan perang cyber," imbuhnya.

Symantec Corporation merupakan perusahaan keamanan siber dunia, membantu perusahaan, pemerintah dan individu dalam melindungi data terpenting mereka di mana pun data tersebut berada. Symantec ada untuk melindungi kehidupan digital mereka di rumah dan di seluruh perangkat.

Symantec mengoperasikan salah satu jaringan intelijen siber sipil terbesar di dunia, yang memungkinkannya untuk memantau dan melindungi terhadap ancaman-ancaman paling canggih. 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00