• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Lingkungan Hidup

Pemprov Kalteng Dukung Inovasi Pembukaan Lahan Tanpa Bakar

4 March
19:19 2019
0 Votes (0)

KBRN, Palangka Raya: Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mendukung inovasi teknologi pembukaan lahan tanpa bakar. Kalteng yang dituntut menambah luas tambah tanam dalam rangka swasembada pangan diharapkan tetap mampu menjaga kelestarian lingkungan.

Demikian dikatakan Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah, Fahrizal Fitri, usai acara pembukaan Forum Group Discussion Penyiapan Lahan Tanpa Bakar pada Senin (4/3/2019) di Palangka Raya. 

Diharapkan, pertemuan yang dihadiri Dinas Pertanian se-Kalteng, akademisi perguruan tinggi dan pihak-pihak terkait dapat menghasilkan rekomendasi pembukaan lahan tanpa bakar baik secara mekanik, biologi maupun alternatif lain yang bisa diterapkan di Kalteng.

"Pada akhirnya kita berharap rekomendasi-rekomendasi ini disosialisasikan. Tidak hanya pada tataran provinsi akan turun ke tapak, ke desa langsung. Sehingga kita memiliki kesepahaman bersama teknologi-teknologi apa yang kita terapkan di kalteng,” tuturnya.

Pemanfaatan teknologi ramah lingkungan yang ditawarkan Badan Litbang Pertanian ini nantinya juga diharapkan dapat menjadi solusi terhadap masalah yang dihadapi Kalimantan Tengah terkait pembukaan lahan. “Kita berharap dengan adanya teknologi ini potensi kebakaran hutan dan lahan karena pembukaan lahan ini semakin rendah lagi," lanjutnya.

Di tempat yang sama Kepala Balai Pertanian dan Tanaman Pangan (BPTP) Kalteng, Munier, mengatakan pengembangan mikrobial sudah banyak dilakukan untuk penyiapan lahan tanpa bakar. Di Kalimantan Tengah sendiri uji coba baru dilakukan tahun lalu di Kabupaten Kotawaringin Barat. Sementara Kabupaten Lamandau juga sudah mendapat pelatihan untuk pembukaan lahan  tanpa bakar.

Menurutnya, pemanfaatan mikrobial untuk proses penguraian memiliki keuntungan lebih dibandingkan cara lainnya seperti pemberian herbisida atau dengan cara membakar. Selain itu, biaya teknologi mikrobial juga dinilai lebih murah dan terjangkau oleh petani. 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00