• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kuliner Nusantara

Nugget Jengkol Inovasi Baru KPM Blang Ara

3 March
20:26 2019
4 Votes (5)

KBRN, Redelong: Sebagian orang tidak menyukai jengkol, dikarenakan baunya yang begitu menyengat.

Mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Gajah Putih Takengon yang ditempatkan di Desa Blang Ara, Kecamatan Pintu Time Gayo,  Kabupaten Bener Meriah, berinisiatif mengolahnya menjadi makanan yang lebih menarik dengan mengolahnya menjadi nugget dan bakso jengkol.

Pembimbing KPM Desa Blang Ara, Kecamatan Pintu Time Gayo,  Kabupaten Bener Meriah Irwansyah menyampaikan  insprasi tersebut mereka temukan saat observasi.

Usaha Mahasiswa untuk membuat inovasi jelas Irwansyah patut di apresiasi, dan diharapkan terus termotivasi menggali asset desa yang belum digarap selama ini.

“Sangat mengapresiasi penuh dalam penemuan serta pengolahan makanan nugget dan bakso jengkol ini, dikarenakan selama ini buah jengkol terkesan murahan, dengan adanya khas makanan yang baru ini semoga mampu menjadi makanan favorit disemua kalangan masyarakat,”ujar Pembimbing KPM Desa Blang Ara, Irwansyah, di release, Minggu (3/3/2019).

Lebih lanjut Irwansyah menukaskan bahwa mayoritas konsumen dalam mencari dan mengkonsumsi makanan dipasaran saat ini sangat menyukai yang baru dan unik.

Dengan inovasi ini diharapkan dapat menggugah daya tarik konsumen yang tujuan akhirnya dapat meningkatkan harga jual.

“Sangat berharap nugget dan bakso jengkol menjadi makanan populer di Kabupaten Bener Meriah-Aceh Tengah dan diseputaran Kabupaten Tetangga, sehingga mampu menaikan harga jengkol di pasaran tradisional,”timpalnya lagi.

Seluruh mahasiswa KPM kedepannya diminta mampu menciptakan ekonomi kreatif yang mandiri, sehingga mampu menciptakan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) setelah kembalinya dari KPM.

Ketua Kelompok KPM Blang Ara Riski Temasmiko  mengatakan bahwa, hasil dari olahan ini telah di ujicoba kepada warga.

"Semoga produk ini bisa digemari oleh masyarakat luas dan dapat dikembangkan bersama dengan masyarakat. karena biasanya jengkol hanya sebagai masakan dan kini telah dikembangkan menjadi cemilan yang disukai,” tutup Riski Temasmiko

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00