• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Budaya dan Wisata

Nomadic Travelleron Two Wheels, Tarik 7 Agency Potensial Malaysia ke Pariwisata Jabar

3 March
18:34 2019
0 Votes (0)

KBRN, Bandung: Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat konsisten dengan konsep “Nomadic Traveller” sebagai portofolio pengembangan pemasaran pariwisata Jawa Barat. Hal ini nampak dengan hadirmya 7 orang perwakilan Tour Operator/Agency dan media potensial Malaysia yang akan menikmati keindahan alam dan budaya Jawa Barat selama 7 hari, mulai tanggal 2 sampai dengan 9 Maret 2019.

“Keunikan Famtour ini adalah digunakannya kendaraaan roda 2 oleh seluruh peserta yang sesuai dengan kampanye Nomadic Traveller on Two Wheels, dimana para peserta akan menjelajahi keindahan alam dan budaya Pantai Selatan Jawa Barat,”ungkap Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat Dedi Taufik didampingi Kepala Bidang Pemasaran Iwan Darmawan di Bandung, Minggu (3/3/2019).

Ia menjelaskan, sejumlah destinasi yang akan menjadi tujuan para “Traveller” ini, adalah Gedung Sate, Pangalengan, Perkebunan The Malabar, Rafting Palayangan, Pantai Ranca Buaya,  Perkebunan Karet Sancang, serta sejumlah destinasi di Pangandaran seperti Grren Canyon dan Batu Karas, daerah Cikatomas, Cipanas Hot Spring Resort, dan Kawah Kamojang.

“Untuk destinasi budaya peserta akan menikmati pengalaman yang unik di sentra pengrajin batik dan border di Tasikmalaya, Kampung Adat Dukuh, Kampung Adat Naga, mencoba kuliner Kupat Tahu Singaparna dan kesegaran ikan di Pasar Ikan Pangandaran serta bermalam di tempat yang unik pula sesuai dengan konsep Nomadic Traveller Antara lain di Eco Lodge Citumang Pangandaran, Atnawa Beach Resort, Sumber Alam Resort Garut dan Malabar Guest House,”papar Dedi.

Ditambahkannya, sesuai data BPS Tahun 2018, wisatawan asal Malaysia yang datang ke Jawa Barat dari pintu masuk Bandara Husein Sastranegara adalah sebesar 67 % dari total kunjungan wisawatan mancanegara sehingga Malaysia merupakan pangsa pasar terbesar untuk pariwisata Jawa Barat.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00