• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Politik

Kampanye Hitam Emak-emak Jadi Ancaman Proses Elektoral Pemilu

2 March
16:32 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta: Maraknya aksi atau tindakan yang dilakukan relawan para elit partai politik peserta pemilu dengan melakukan kampanye hitam (Black Campaign), ujaran kebencian dan berita bohong (hoax) menimbulkan keresahan ditengah-tengah memanasnya suhu politik menjelang pemilihan umum serentak mendatang.

Menanggapi hal itu, Direktur Lembaga Pemilih Indonesia (LPI), Boni Hargens menyayangkan adanya aksi atau tindakan dari para relawan tersebut.

Adapun sebagai contoh dari maraknya aksi kampanye hitam (Black Campaign) tersebut, yakni yang dilakukan tiga ibu rumah tangga di Karawang. Menurut Boni, dengan viral video emak-emak yang melakukan penyebaran informasi hoax tersebut, dapat merusak proses demokrasi dalam pemilihan umum.

"Emak-emak ini sebetulnya suatu fenomena yang menarik dan positif, tetapi ketika mereka mengusung narasi kampanye yang berisikan fitnah, kebohongan ini akan menjadi ancaman terhadap proses elektoral, ini menjadi bahaya bagi pemilu," Ungkap Boni Hargens, usai melakukan diskusi publik dikawasan Sudirman, Jakarta (02/03/2019)

Adanya tindakan emak-emak (kaum ibu) yang sebagai relawan tim sukses dari Pasangan Calon Presiden 02 Prabowo-Sandiaga tersebut yang telah merugikan masyarakat sekitar, Boni mengharapkan untuk segera dihentikan.

Menurut Boni, adanya kontestasi Pemilihan Umum tersebut merupakan salah satu bentuk untuk menjaga keutuhan bangsa secara bersama-sama.

 "Kepada tim sukses dan kandidat yang menjadi afiliasi dari kelompok relawan Pepes ini, harus segera melakukan auto koreksi, harus melakukan evaluasi kembali sebelum terlambat. Karena proses pemilu ini bukan perkara merebut kekuasaan 5 tahun tetapi perkara menjaga keutuhan bangsa, menjaga nilai-nilai bersama menjaga dan memperjuangkan kepentingan semua orang Maka jangan meraih kekuasaan dengan cara menghancurkan tatanan moral tatanan nilai dan peradaban kita," ujarnya lagi.

Adanya berbagai macam ancaman narasi-narasi yang digunakan oleh para relawan untuk menjatuhkan lawan politiknya, Direktur Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) Boni Hargens mengajak dan menghimbau masyarakat, untuk bersama-sama menjaga stabilitas politik dan proses demokrasi.

"Saya kira narasi macam ini sebuah Ancaman bagi stabilitas politik dan proses demokrasi maka kita harapkan segera evaluasi dan menyatakan gerakan macam ini haram di dalam demokrasi," pungkasnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00