• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Lingkungan Hidup

Animal Defender, Jalan Terjal Si Penyelamat Hewan Terlantar

1 March
16:12 2019
0 Votes (0)

KBRN, Bogor : Kerja menjadi penyelamat hewan terlantar sepertinya tidak selalu berjalan mulus. Masyarakat awam kadang justru mencibir apa yang mereka lakukan.

Setidaknya itulah yang pernah dialami Doni Hendaru Tona, ketua sekaligus pendiri organisasi pencinta hewan "Animal Defenders Indonesia".

Menurut Doni, banyak masyarakat yang salah kaprah tentang animal shelter, atau tempat penampungan sementara bagi hewan-hewan terlantar.

"Memang agak sulit menjelaskan ke masyarakat soal animal shelter ini. Apalagi kemudian ada oknum tertentu yang memprovokasi dengan menghasut dan menebar kebencian terhadap apa yang kami lakukan," keluh Doni.

Akibat provokasi dan fitnah itu, salah satu animal shelter yang berada di RT 01 RW 06 Desa Wargajaya, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, digeruduk massa bersama Muspika dan Satpol PP pada Kamis (28/2/2019) kemarin.

"Awalnya mereka protes soal 'buangan kotoran' hewan dari tempat kami. Padahal, semua sudah langsung masuk septic tank. Padahal saat sidak yang dihadiri Muspika dan Satpol PP, mereka melihat sendiri. Lalu, isu ini berkembang menjadi isu agama karena dipelintir. Animal shelter dibilang peternakan dan pemotongan anjing, bahkan kami disebut pemasok daging anjing," ujar Doni, Jumat (1/3/2019).

Menurut Doni, pihaknya pernah meminta pada kepala desa setempat agar bisa bertemu warga untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan mengenai keberadaan animal shelter ini.

"Akan tetapi Kades bilang nggak usah, nanti saja katanya. Nah, tiba-tiba sudah digeruduk dan mengultimatum agar seluruh hewan disini harus sudah dipindahkan paling lambat Jumat jam 12 malam ini," tuturnya.

Doni menyesalkan sikap warga yang telah terprovokasi. Menurut dia, misi besar yang ingin dicapainya sebetulnya hanya ingin menyelamatkan hewan terlantar atau dibuang, agar nantinya dapat dirawat dengan lebih baik oleh yang mengadopsi.

"Tapi sayangnya telah dipelintir oleh oknum tertentu," ucap Doni.

Semakin banyak anjing dan kucing liar yang berkembang biak, tambahnya, maka semakin banyak dari mereka yang terlantar atau dibuang di jalanan. Di animal shelter ini, binatang itu diberi vaksin ddan langsung disterilisasi. Hal ini dilakukan untuk mengontrol over-population pada hewan liar. Hewan-hewan itu akan dirawat sampai sehat, dan siap untuk diadopsi para pecinta hewan.

"Masyarakat juga bisa membantu kok. Mulai dari donasi berupa uang, barang dan obat, menjadi volunteer dalam penyelamatan hewan, orangtua asuh untuk hewan terlantar atau bahkan adopter salah satu hewan di shelter. Semuanya akan sangat berarti, daripada memfitnah dan memelintir isu yang akhirnya menimbulkan konflik," pungkas Doni.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00