• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Jaksa Menyapa

Buronan Kejati NTB Ditangkap di Jawa Barat

1 March
15:00 2019
2 Votes (5)

KBRN, Jakarta : Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung DR Mukri,SH,MH mengatakan tidak ada tempat yang aman bagi pelaku kejahatan karena aparat kejaksaan akan terus berupaya menangkap buronan yang   masih  berkeliaran bebas.

Dielaskannya Program Tangkap Buron (Tabur) 31.1 Kejaksaan RI berhasil mengamankan buronan ke-27 Tahun 2019 yang menargetkan masing-masing Kejaksaan Tinggi (Kejati) minimal dapat menangkap 1 (satu) Buronan untuk setiap bulannya. 

"Tim Intelijen Kejaksaan Agung dan Tim Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Barat (Kejati NTB) berhasil mengamankan buronan terpidana perkara tindak pidana korupsi asal Kejati NTB atas nama Ir. Nusyirwan yang diamankan pada Kamis, 28 Februari 2019 sekitar pukul 18.30 WIB di Jalan Cibiru II, Bandung, Jawa Barat," ungkapnya Kapuspenkum Kejagung kepada wartawan di gedung Kejaksaan Agung  Jl Sultan Hasanudin no 1 Kebayoran baru Jakarta Selatan,  Jumat (1/3/2019).

Dikatakannya, Ir Nusyirwan merupakan terpidana dalam perkara tindak pidana korupsi kegiatan Survey Investigasi dan Desain (SID) Perluasan Sawah Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Nusa Tenggara Barat TA 2014 dengan nilai anggaran sebesar Rp1.810.325.000 dan telah merugikan keuangan negara sebesar Rp432.600.000. 

"Yang bersangkutan ditetapkan sebagai buron oleh Kejati NTB sejak tahap penyidikan dan kemudian disidangkan dan diputus secara In Absentia (tanpa kehadiran terdakwa)," katanya.

Menurut  DR Mukri,SH,MH berdasarkan putusan Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Mataram Nomor: 38/Pid.Sus-Tpk/2016/PN.MTR tanggal 6 November 2017, Ir Nusyirwan dinyatakan telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi bersama sama dengan  Ir Harapan Makbul MSi dan dijatuhi pidana penjara selama Empat tahun dan denda sebesar Rp50.000.000 subsider Tiga bulan kurungan dan uang pengganti sebesar Rp232.600.000.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00