• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Lingkungan Hidup

15 Kota Sasaran Penerapan IPAL Komunal Bantuan Jepang

28 February
02:43 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Jepang kembali memberikan bantuan kepada masyarakat Indonesia, dalam pengolahan air limbah atau dikenal sebagai proyek instalasi pengolahan air limbah (IPAL) komunal. 

Bantuan dari Asian People's Exchange (APEX) yaitu lembaga swadaya masyarakat (LSM) Jepang itupun, merupakan ketiga kalinya bagi proyek serupa. 

Penandatangan pemberian bantuan juga telah dilakukan antara APEX kepada duta besar Jepang di Jakarta, Masafumi Ishii, Rabu siang (27/2/2019). 

Direktur Eksekutif APEX, Nao Tanaka, mengatakan, pada bantuan IPAL Komunal kali ini akan menggunakan teknologi tepat guna, yaitu dengan memasukkan sistem aerobik yang diklaim pengoperasionalannya gampang dan hemat energi, jika dibandingkan dengan sistem yang anaerobik yang selama ini diterapkan di Indonesia.

"Oleh karenanya dalam proyek ini,sebelumnya kami menerapkan teknologi tepat guna dengan proses aerobik memanfaatkan teknologi dan menggabungkan sistem anaerobik. Untungnya pengoperasiannya gampang dan hemat energi," ungkap Nao Tanaka usai penandatanganan bantuan IPAL Komunal ketiga di Indonesia, Rabu (27/2/2019) di Jakarta.

Lebih lanjut Nao Tanaka menambahkan, setidaknya akan ada 15 kota yang menjadi target bagi penerima bantuan IPAL Komunal tahun ini.

"Direncanakan minimal 15 kota, ada di daerah provinsi yang prioritas seperti Jateng, Jabar, Sumsel, Lampung dan sebagainya," jelasnya. 

Namun, Nao Tanaka memastikan, pihaknya tidak menutupkemungkinan bagi daerah yang berinisiatif untuk mengembangkan sistem IPAL Komunal secara swadaya, akan mendapatkan asistensi penerapan sistem tersebut seperti yang terjadi ditahun 2018 lalu. 

"Tapi tidak mengecualikan daerah lain jika ada keinginan masyarakat jika ingin bangun itu. Tahun lalu juga 15 targetnya tapi jadi 17, ada pemerintah daerah yang ingin mengadakan sendiri,"ujar Tanaka.

Dibagian lain Nao Tanaka menjelaskan, memasuki tahun ketiga bantuan IPAL Komunal selain meski diakui masih menghadapi kendala air olahan.

"Sesudah proyek awal dimulai kami kaget ada banyak permohonan masyarakat untuk gunakan sistem ini. Ada berbagai kasus tapi rata-rata dengan IPAL komunal yang ada air olahan masih bau dan masih ada kalanya airnya mengalir ke masyarakat sekitar. Terutama saat kemarau itu terjadi masalah bau. Baru-baru ini masyarakat ingin memanfaatkan air olahan untuk irigasi dan ternak ikan. Sudah ada 4 atau 5 IPAL komunalnya untuk ternak ikan," imbuhnya lagi. 

Duta besar Jepang di Jakarta, Masafumi Ishii mengatakan, selain menyambut baik adanya kelanjutan bantuan dari LSM Jepang untuk ketiga kalinya itu, pihaknya juga berharap IPAL Komunal dapat berdampak baik bagi masyarakat Indonesia.

"Saya sangat gembira sebab pemerintah Jepang melanjutkan proyek kerjasama ini. Proyek ini akan digunakan yang cocok dengan Indonesia, menggunakan teknologi canggih. Jadi, bantuan itu adalah teknologi tepat guna. Saya menghargai cara bantuan seperti itu. Saya sangat mengharapkan proyek ini akan menghasilkan sesuatu yang baik,"harap Masafumi Ishii.

Sementara, bantuan IPAL komunal berbasis masyarakat yang ditingkatkan secara intensif di Indonesia pada tahun 2019 ini mencapai hingga lebih dari Rp6 miliar. 

Proyek bantuan proyek ini bertujuan untuk mempromosikan secara luas sistem penjernih air yang hemat listrik, tidak membutuhkan tempat luas serta berkualitas lebih tinggi di Indonesia. 

Seiring dengan masih dihadapinya Indonesia dengan masalah sanitasi dan pencemaran air dikarena semakin pesatnya perkembangan ekonomi.

Sementara, setidaknya sebanyak 39 IPAL telah diterapkan di kota-kota yang sebagian besar berada di pulau Jawa.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00