• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Internasional

Zionis Israel Kembali Tangkap Warga Jerusalem dan Para Pegawai Departemen Waqaf Palestina

24 February
13:29 2019
1 Votes (5)

KBRN, Jakarta : Zionis Israel terus melancarkan kegiatannya terhadap warga Palestina di Al-Quds (Jerusalem), yang diduduki, dan pegawai Departemen Waqaf  yang bertugas atas harta umat Muslim di kota Tersebut berkaitan dengan upaya mereka menutup Bab Ar-Rahmah.

Zionis Israel yang diperintahkan penguasa Yahudi terus menutup Bab Ar-Rahmah dan melarang orang Palestina beribadah di dalam kompleks Masjid Al-Aqsha.

Korban terakhir ulah adalah seorang penjaga Masjid Al-Aqsha yang diidentifikasi sebagai Samer Qabbani, yang ditahan pada Sabtu dan dibawa ke kantor polisi Israel, seperti dilansir dari Kantor Berita Palestina, WAFA  yang dipantau RRI di Jakarta, Minggu (24/2/2019).

Qabbani ditangkap saat ia meninggalkan kompleks Masjid Al-Aqsha karena penguasa Yahudi berpendapat ia berperan dalam pembukaan kembali Bab Ar-Rahmah untuk orang Palestina yang ingin shalat setelah polisi menutupnya kembal pada Sabtu.

Zionis Israel telah menahan lebih dari 60 orang Palestina dalam beberapa hari belakangan karena mereka diduga terlibat dalam pembukaan kembali Bab Ar-Rahmah untuk orang yang mau beribadah untuk pertama kali dalam 16 tahun, setelah polisi Israel menutupnya dengan alasan yang lemah.

Ribuan orang Palestina menunaikan Shalat Jumat di bangunan tersebut dan berikrar akan terus membuka gerbang itu sepanjang waktu buat orang yang ingin shalat meskipun polisi Israel keberatan dan mengancam.

Rakyat Palestina khawatir Israel menutup bangunan tersebut, yang berada di tengah kompleks Masjid Al-Aqsha, untuk mengubahnya menjadi kuil Yahudi, tindakan yang ditentang dengan keras oleh rakyat Palestina dan umat Muslim di seluruh dunia.

Seperti  diketahui, Masjid Al-Aqsha merupakan tempat suci ketiga bagi umat Muslim, setelah Masjidil Haram di Mekkah dan Masjid Nabawi di Madinah. 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00