• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kuliner Nusantara

Manjakan Pecinta Kuliner India, Spice Mantraa Hadir di Sentra Kepariwisataan Bali

24 February
00:48 2019
6 Votes (5)

KBRN, Petitenget, Bali : Pecinta kuliner di Pulau Dewata kembali dimanjakan dengan kehadiran Spice Mantraa. Restoran yang berlokasi di Jalan Petitenget Nomor 2000X Umalas Kauh, Kerobokan Klod, Kuta Utara, Badung itu hadir dengan berbagai suguhan menu yang menggugah selera. 

General Manager Spice Mantraa, Shouvik Palit menjelaskan, menu yang pihaknya tawarkan bergaya eklektik. Seluruh menu disebut diilhami resep otentik, tradisional, dan populer dari ragam kekayaan kuliner khas India. 

Meski menonjolkan kuliner khas India, akan tetapi Spice Mantraa telah memodifikasi sebagian resep. Tujuannya agar bisa diterima semua kalangan baik masyarakat lokal maupun wisatawan mancanegara. 

"Spice Mantraa pertama kali dibuka tahun 2016. Kita sudah dua tahun di Bali dimana outlet pertama kali di Jalan Kartika Plaza, Kuta Badung. Saya berani katakan jika kami merupakan Restoran India pertama di Bali. Konsep kami adalah menawarkan makanan yang kaya rempah," jelasnya kepada wartawan, Sabtu (23/2/2019). 

"Meski makanan kami kaya akan rempah, akan tetapi tidak hanya untuk warga India, melainkan untuk masyarakat Bali dan wisatawan negara lain agar bisa menikmati. Untuk itu resep sudah dimodifikasi agar sesuai dengan lidah orang banyak," imbuhnya. 

Dijelaskan, Spice Mantraa memiliki banyak signature food (makanan khas). Bahkan semua menu disebut merepresentasikan makanan dari India dengan khas masing-masing regional. 

Dari sisi harga, Spice Mantraa membanderol menunya mulai dari Rp70.000 hingga Rp185.000. Dengan harga tersebut diharapkan memberikan kesempatan bagi semua lapisan masyarakat untuk menikmati sensasi makanan kaya rempah khas India. 

"Beberapa menu yang menjadi andalan kami diantaranya Mantraa Kati Roll dan Mantraa Prawn Curry, yaitu masakan kari udang yang diolah dengan bumbu rahasia oleh chef yang sudah memiliki pengalaman profesional di berbagai negara," ujarnya. 

"Bahan yang kami gunakan dijamin sebagian besar dari dalam negeri. Alasannya karena hampir 80 persen rempah yang kita gunakan bisa ditemui atau didapatkan di Indonesia," tambahnya. 

Disinggung potensi pasar ditengah peningkatan kunjungan wisatawan India ke Bali, Shouvik Palit mengaku telah bekerjasama dengan 68 travel agent. 

"Melalui kerjasama itu diharapkan berkontribusi terhadap kuantitas konsumen atau pelanggan kita. Memang kalau dilihat, tidak hanya yang dihadirkan oleh agen perjalanan, konsumen juga ada yang datang sendiri. Kalau berbicara komposisi tamu yang datang, berkaca dari outlet pertama kita di Kuta, rata-rata ada 450 tamu perhari, itu 70 persennya dari wisatawan India, sisanya atau 30 persen campuran, ada dari wisatawan Australia, Eropa, termasuk dari Indonesia sendiri," pungkasnya. 









tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00